SUMBAR

Ery Mefri Berpulang, Karyanya Hidup dan Bakal Dikenang

15
×

Ery Mefri Berpulang, Karyanya Hidup dan Bakal Dikenang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Ery Mefri telah berpulang. Tepat Rabu (11/2/2026), sekitar pukul 13.30 WIB, ia menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 67 tahun. Hujan lebat yang bergabak di hulu langit Kuranji dan sekitarnya menandai duka mendalam bagi Sumatera Barat dan Indonesia.

Maestro tari asal Saniangbaka itu meninggalkan Nan Jombang Dance Company yang menjadi sarang untuknya berkesenian. Keteguhannya dalam menginterpretasikan proses dan karya telah mengantarkannya melintasi benua.

Ery Mefri menaruh kecintaannya yang begitu mendalam tentang seni tradisi Minangkabau. Tradisi menjadi akar dari puluhan karya tari kontemporer yang telah dilahirkan dan dipanggungkannya. Kini, tubuhnya memang tidak lagi menari, tapi ia telah meninggalkan arti kata “proses” dan “karya” bagi perjalanannya merambah seni pertunjukan, baik bagi Nan Jombang Dance Company maupun bagi ekosistem berkesenian.

Baca Juga  Bermodalkan KTP,  Adi Bisa Operasi Ginjal di Rumah Sakit

Direktur Nan Jombang Dance Company, Angga Djamar, yang sekaligus istri dari Ery Mefri itu hanya bisa menutup sedih di balik senyumnya di hadapan orang-orang yang melawat.

“Saya tak bisa mengenang apa-apa untuk hari ini. Hanya permohonan maaf yang bisa saya sampaikan, apabila ada salah kata dan laku yang diperbuat Uda Ery semasa hidupnya. Saya berharap dimaafkan,” katanya kepada Haluan.

Tentunya, kata Angga, kepergian sosok inspiratif dari Ery Mefri membuat ia dan Nan Jombang Dance Company menjadi terpukul. “Tapi apalah daya, Allah SWT telah berkehendak. Sekali lagi, maafkan orang yang paling kami cintai ini,” ujarnya.

Baca Juga  Selama Ramadan, Mahyudin Minta ASN Kemenag Sumbar Berperan Aktif di Masyarakat

“Jika kita tidak diberikan panggung, maka kita yang membuat panggungnya”. Begitulah kalimat yang seolah hidup dan menjadi pendirian bagi Nan Jombang Dance Company yang telah menjadi tempatnya untuk berproses dan berkarya.

Cinta Ery Mefri dengan seni tradisi Minangkabau juga telah ia abdikan dengan berbagai panggung yang ia sediakan bagi para pelaku seni tradisi dan anak-anak muda yang bergerak di bidang seni pertunjukan. Festival Nan Jombang Tgl3 dan Kaba Festival adalah panggung besar yang ia ciptakan untuk keberlangsungan seni pertunjukan.

Kehadirannya semasa hidup telah memberikan kontribusi besar bagi kesenian. Meski tubuhnya kini tak lagi menari, tapi karyanya hidup dan bakal selalu terkenang. (*)