Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H
(Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)
Alhamdulillah, Allah masih memberi kita hati untuk merasakan rindu…
Rindu kepada kampung halaman…
Rindu kepada orang-orang yang pernah kita cintai…
Dan mungkin…rindu kepada diri kita yang dulu.
Ada sebuah ungkapan yang menyentuh:
Maksud hati mau pulang kampung untuk menjemput rindu, tetapi adakah rindu tersisa di sana.
Kalimat ini sederhana…tapi dalam maknanya.
Kita sering ingin pulang…
Pulang ketempat kita dibesarkan…
Pulang untuk mengobati rindu yang lama terpendam.
Namun pertanyaannya …
Apakah yang kita rindukan itu masih ada?
Bisa jadi…
Orang tua yang dulu menyambut kita di depan pintu…kini sudah tiada.
Teman-teman masa kecil…kini sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
Rumah yang dulu hangat …kini terasa asing.
Lalu kita sadar…
Bahwa yang kita rindukan bukan sekedar tempat…
Tetapi waktu yang telah berlalu.
Di sinilah letak pelajaran penting bagi kita.
Bahwa hidup ini terus berjalan…
Dan dunia ini tidak pernah menetap dalam satu keadaan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian…
Artinya, perpisahan adalah bagian dari kehidupan.
Maka jangan sampai kita terlambat…
Jangan menunggu rindu menumpuk baru kita pulang.
Jangan menunggu kehilangan baru kita menghargai.
Kalau hari ini orang tua kita masih ada… peluklah mereka.
Kalau hari ini keluarga masih lengkap…
Luangkan waktu untuk mereka.
Karena bisa jadi…
Kesempatan itu tidak akan datang dua kali.
Namun ada satu rindu yang tidak boleh kita lupakan…
Yaitu rindu kepada Allah.
Seringkali kita sibuk merindukan kampung halaman…
Tapi lupa merindukan tempat asal kita yang sebenarnya…yaitu akhirat.
Kita ingin pulang ke kampung…
Tapi apakah kita juga rindu untuk “pulang” kepada Allah?
Kapan terakhir kita menangis dalam doa?
Kapan terakhir kita merasa dekat dengan-Nya?
Jangan sampai…
Kita jauh dari Allah, tapi merasa baik-baik saja.
Karena sejatinya…
Rindu yang hakiki adalah rindu seorang hamba kepada Rabb-nya.
Maka ketika kita pulang kampung…
Jangan hanya menjemput kenangan…
Tetapi jemput lah juga keberkahan.
Perbaiki hubungan dengan keluarga…
Minta maaf atas kesalahan…
Dan yang paling penting…
Perbaiki hubungan kita dengan Allah.
Agar ketika kita pulang…
Kita tidak hanya membawa rindu…
Tetapi juga membawa perubahan.
Karena boleh jadi…
Yang kita cari selama ini bukan kampung halaman…
Tetapi ketenangan hati.
Dan ketenangan itu…
Hanya ada ketika kita dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. (*)





