PERISTIWA

Rania, Gadis Penderita Ginjal Kronis Asal Padang Pariaman Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

10
×

Rania, Gadis Penderita Ginjal Kronis Asal Padang Pariaman Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

Sebarkan artikel ini

Keluarga mereka yang tidak mampu akhirnya membawa Rania ke Puskesmas terdekat. Namun, kondisi Rania semakin memburuk dengan munculnya masalah ginjal, yang kemudian memicu pendarahan di otak.

“Rania sudah empat tahun menderita gagal ginjal, pendarahan otak, dan katarak. Selama itu, kami berdua, saya dan suami, tidak bisa bekerja, karena harus fokus merawatnya,” kata Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni mengaku kesulitan menghadapi biaya pengobatan yang sangat besar. Suaminya bahkan terpaksa berhenti bekerja untuk merawat anak mereka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga  Selang Sehari Irjen Ferdy Sambo Ditahan, Giliran Sopir dan Ajudan Sang Istri Ditangkap Timsus Polri

“Ekonomi kami sangat terbatas. Suami saya sudah tidak bekerja karena fokus menjaga Rania. Sampai sekarang, Rania belum juga sembuh,” ujar Sri Wahyuni.

Selain bantuan dari masyarakat Sungai Limau, keluarga Rania juga menerima bantuan dari Peduli Kemanusiaan ‘ASPILA’ dan Baznas Padang Pariaman. Meskipun demikian, mereka masih sangat mengharapkan bantuan lainnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Baznas Padang Pariaman, ASPILA, dan masyarakat Sungai Limau yang telah memberikan perhatian kepada kami,” ujar Sri Wahyuni dengan suara terbata-bata.

Baca Juga  Toko Laundry di Lubeg Padang Terbakar, Api Berasal dari Kebocoran Tabung Gas

Hingga saat ini, Rania belum bisa menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lainnya. Ia hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit, sementara anak-anak lain bermain dengan riang. Hal itu tentu sangat menyedihkan bagi Sri Wahyuni.