Dalam pandangan kebanyakan mereka, perkawinan adalah pilihan dan punya anak kadang dianggap beban dan karena itu mereka sejak semula sudah memilih serta merencanakan hidup sendiri.
Hidup sendiri dan sepi di hari tua, memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan mental dan fisik manusia.
Persoalannya bukan karena sendiri, tapi amat sedikit yang menyapa, tidak ada yang bisa diajak berbincang, tidak banyak teman ketawa, merasa kesepian dan merasa tidak lagi berguna dan lebih ekstrim merasa tidak lagi dianggap ada.
Dalam sebuah studi medis, risiko kematian kronis kesepian, setara dengan orang yang merokok 15 batang per hari.
Stres karena kesepian, dapat menurunkan imun, meningkatkan tekanan darah, dan mengganggu tidur.
Di banyak negara maju seperti Eropa dan Amerika, bahkan juga Jepang dan Korea, banyak nenek-nenek dan kakek-kakek meninggal di apartement mereka tanpa diketahui keluarganya. Tetangga hanya mengetahui setelah ada bau busuk yang mencurigakan. Kemudian petugas membuka paksa pintu dan menemukan mayat yang sudah meninggal beberapa hari sebelumnya, atau ada juga yang meninggal di pinggir jalan sebagai tuna wisma.










