Bagaimana di Indonesia ?
Masyarakat Indonesia pada umumnya adalah penganut agama, khususnya Islam yang taat. Konsep kehidupan bukanlah dijalani sekedar sebagai pilihan. Tapi juga diikat dengan ajaran agama, tradisi dan kultur.
Agama memandang perkawinan sebagai ibadah dan untuk melanjutkan keturunan. Anak adalah titipan, orang tua adalah pintu sorga, ridha Allah dan murka Allah terletak pada ridha dan murka orang tua.
Maka ketika viral berita dua orang perempuan berjilbab di Surabaya yang mengantarkan ibunya ke Panti Jompo Griya Lansia Malang, dan disebutkan pula bahwa tak perlu dikabari mereka bila kemudian ibunya meninggal, menimbulkan reaksi buruk para netizen.
Mereka dicaci maki, dan dicap sebagai anak durhaka. Mereka tak peduli dengan ralat, penjelasan, argumen atau alasan kedua ibu muda itu, walaupun mereka telah menjemput kembali ibunya yang dititip di panti jompo itu.
Peristiwa anak mengantar orang tuanya ke panti jompo atau tempat perawatan orang tua seperti yang terjadi baru baru ini, mungkin merupakan kejadian biasa di negara maju yang sibuk dan cendrung individualis, tapi menjadi sesuatu yang dianggap tabu di negeri ini, karena nilai dan pandangan yang berbeda di antara kedua masyarakatnya.
Ke depan, persoalan kehidupan orang tua, tidak dapat diramalkan akan berjalan ke arah mana. Apakah akan semakin menambah persentase orang tua sepi dan hidup sendiri, atau umat manusia akan sadar dan tak membiarkan kesepian, menjadi bagian hidup para orang tua/lansia, karena setiap manusia yang hidup, sebagian besar di antaranya pasti akan menjadi orang tua.










