Pelatihan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung tersebut melibatkan siswa dan guru SD serta orang tua para siswa. “Waktu itu kami menggelar pelatihan dan perlombaan. Jumlah pesertanya cukup banyak saat itu satu lapangan bola di daerah Bungus Teluk Kabung itu penuh,”ujarnya.
Pihak tim ecobrick UNP sendiri berencana akan kembali melakukan peluncuran pengabdian masyarakat di Bungus Teluk Kabung tentang ecobrick tersebut. Kegiatan sendiri rencananya akan digelar pada bulan September tahun ini dengan melibatkan siswa SD, SMP dan SMA di Bungus Teluk Kabung. Sedangkan tim ecobrick UNP akan menurunkan 100 mahasiswanya.
“Kita diminta oleh Camat Bungus Teluk Kabung untuk memantau apakah pelatihan dan kompetisi tahun lalu yang kita gelar sudah menjadi kebiasaan bagi siswa SD tersebut. Kita masih menunggu instruksi dari camat untuk melakukan pemantauan tersebut,”katanya.
Lebih jauh dikatakan oleh Nofrion, bahwa pihaknya pada tahun lalu sudah pernah mencoba untuk menawarkan metode ecobrick untuk mengurangi sampah plastik ke Pemerintah Kota Padang.
“Namun sayangnya proposal yang kita buat saat itu masih belum mendapatkan respons. Kita akan mencobanya pada tahun ini. Saya dengar dari camat Bungus Teluk Kabung ada beberapa kecamatan lain yang tertarik untuk menggunakan metode tersebut,”ujarnya.
Bagi pihak kecamatan yang ingin menggurangi sampah plastik dengan metode ecobrick tersebut bisa untuk mendatangi tim ecobrick tersebut. “Murni dana pribadi yang kita gunakan untuk hal tersebut. Bagi yang ingin menggunakan metode tersebut, kami bersedia untuk membantunya,”katanya.














