AGAM, HARIANHALUAN.ID — Hujan lebat yang tak kunjung reda selama sepekan terakhir berubah menjadi bencana mematikan di Kampung Subarang, Jorong Arikia, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, lereng di kawasan itu longsor dan menelan empat warga. Tiga korban tewas di lokasi, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat di RSUD Lubuk Basung.
Material longsor lereng Jorong Arikia bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan empat rumah penduduk dan meluluhlantakkan hamparan sawah pertanian di sekitarnya. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Iman Syarbaini, tokoh masyarakat setempat yang ditemui Haluan di lokasi kejadian, mengungkapkan tiga korban yang tertimbun longsor diketahui bernama Emiwati (61), Azull (43), dan Mariana (36).
“Kita belum bisa mendekat ke lokasi untuk memastikan adanya korban lain. Hujan masih lebat dan material dari atas masih terbawa aliran air,” ujar Syarbaini.
Upaya pencarian dilakukan warga secara manual dengan peralatan seadanya. Jasad Emiwati berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara suaminya, Syafaruddin, yang sempat diselamatkan saat kejadian, akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Hingga Jumat pagi, dua korban lainnya masih belum ditemukan. Situasi di lokasi semakin diperparah dengan terputusnya jaringan komunikasi, sehingga informasi ke luar wilayah sulit dilakukan. Selain itu, hingga berita ini diterbitkan, aparat terkait, seperti BPBD dan Basarnas Agam belum terlihat di lokasi bencana. (*)














