“Masih ada pemerintah nagari lainnya yang bakal mendirikan dapur umum,” tambah Villa Erdi.
Ia menjelaskan bahwa perlengkapan dapur sepenuhnya disiapkan oleh masing-masing nagari. Untuk kebutuhan operasional maupun bahan makanan, nagari dapat memanfaatkan bantuan dari pemerintah kabupaten serta dana desa yang telah dialokasikan untuk keadaan darurat bencana sebesar kurang lebih tiga persen.
“Sudah ada pergeseran dana desa untuk kebutuhan dapur umum korban bencana alam,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat hambatan dalam pemenuhan logistik. Banyak daerah terdampak berada dalam kondisi terisolasi karena jalan terputus, menyebabkan sulitnya mendapatkan bahan memasak seperti beras, gas LPG, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kendala serupa juga dialami dapur umum Dinas Sosial di Malalak. Persediaan bahan makanan mulai menipis, sementara akses keluar lokasi untuk membeli kebutuhan belum memungkinkan.
“Ada jalan yang tertimbun longsor ke lokasi tempat kita membeli bahan kebutuhan pokok. Apabila sudah selesai dibersihkan, maka bisa ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok,” jelasnya. (*)














