PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mencatat sembilan dari total 15 kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir dan tanah longsor. Data sementara ini dihimpun Pusdalops BPBD dari tanggal 23 hingga 27 November 2025 hingga pukul 20.00 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Pesisir Selatan, Mulyandri, menjelaskan bahwa laporan yang diterima masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Data ini masih sementara dan akan bertambah serta berubah seiring masuknya laporan terbaru dari nagari dan kecamatan terdampak,” ujar Mulyandri dikutip keterangannya, Sabtu (29/11).
Berdasarkan rekap sementara BPBD, bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 11.680 rumah, dengan total 48.385 warga terdampak. Selain itu, dilaporkan 1 warga dinyatakan hilang, serta kerugian harta benda sementara mencapai Rp179.949.184.750. Fasilitas umum terdampak tercatat 5 unit.
Mulyandri menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut sangat mungkin berubah dalam hitungan jam, karena laporan dari lapangan terus berdatangan.
“Jumlah warga terdampak bersifat dinamis. Petugas masih melakukan verifikasi dan pendataan ulang. Jadi masyarakat harap memahami jika angka ini akan terus mengalami perubahan,” jelasnya.
BPBD merinci sembilan kecamatan yang terdampak beserta nagari yang melaporkan kerusakan:














