DHARMASRAYAHEADLINE

‘Jari Manis’ Antar Dharmasraya Raih Predikat Sangat Inovatif dalam Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025

10
×

‘Jari Manis’ Antar Dharmasraya Raih Predikat Sangat Inovatif dalam Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID_
Jari Manis (Jaringan Pengembangan Inovasi) menjadi penggerak utama yang mengantarkan Kabupaten Dharmasraya meraih predikat Sangat Inovatif dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025.

Berdasarkan data yang diluncurkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Dharmasraya, Dharmasraya memperoleh skor 66,80 sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.10.11-6097 Tahun 2025.

“Jari Manis kami rancang sebagai penggerak inovasi lintas sektor, bukan sekadar melahirkan ide, tetapi memastikan inovasi benar-benar diimplementasikan dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Kepala Bapperida Kabupaten Dharmaraya, Frinaldi, Selasa (03/02/2026).

Baca Juga  Program LAPEK Solsel di Serbu Ratusan UMKM

Ia menjelaskan, Jari Manis diluncurkan pada 10 April 2025 di Aula Kantor Bupati Dharmasraya sebagai wadah sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi inovasi antar perangkat daerah.

Menurut Frinaldi, melalui pola pendampingan, asistensi, dan fasilitasi yang berkelanjutan, setiap perangkat daerah didorong untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Inovasi harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kewajiban administratif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan Program Jari Manis berada di bawah koordinasi Bapperida Kabupaten Dharmasraya yang bertugas merancang strategi, mengawal implementasi, serta memastikan keberlanjutan inovasi daerah.

Baca Juga  SATUKA 2025 Menobatkan Peserta Terbaik Tingkat SD dan SMP di Dharmasraya

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.(*)