“Alhamdulillah, untuk stok beras kita dalam kondisi aman. Untuk tiga bulan ke depan, Insyaallah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya
Selain bantuan pangan, Bulog juga menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Program tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk gerakan pangan murah yang digelar di berbagai daerah di Sumbar.
“Kami bersama pemerintah daerah terus berupaya memastikan distribusi pangan merata, sehingga tidak ada kelangkaan dan masyarakat bisa menjalani ibadah dengan tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, penyaluran dilakukan berdasarkan data terpadu yang telah diverifikasi agar tepat sasaran.
Menurutnya, Pemko Padang terus berupaya memastikan bantuan sosial diterima oleh warga yang berhak.
Selain itu, Maigus menyebutkan Kota Padang pada 2026 ditunjuk sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial. Program ini bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan.
“Ke depan, data penerima bantuan akan berbasis digital melalui aplikasi yang disiapkan pemerintah pusat, sehingga penyaluran lebih transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Maigus, digitalisasi ini juga bertujuan memperbaiki berbagai persoalan data yang selama ini terjadi di lapangan, seperti penerima bantuan yang tidak tepat sasaran.
“Melalui sistem ini, semua data akan terintegrasi, mulai dari kepemilikan aset, kendaraan, hingga kondisi ekonomi riil. Jadi nanti akan lebih objektif,” ujarnya. (*)





