KOTA SOLOK

Dibayangi Mendung, Hangatnya Idulfitri Menyatukan Warga Kota Solok

0
×

Dibayangi Mendung, Hangatnya Idulfitri Menyatukan Warga Kota Solok

Sebarkan artikel ini

KOTA SOLOK, HARIANHALUAN.ID — Langit pagi di Kota Solok tampak muram. Awan kelabu menggantung rendah, sesekali diselingi gemuruh yang menggetarkan. Namun suasana itu tak mampu meredupkan semangat ribuan warga yang memadati Lapangan Merdeka, Sabtu (21/3/2026), untuk menunaikan Salat Idulfitri.

Sejak pagi buta, masyarakat dari berbagai penjuru kota sudah berdatangan. Mereka mengenakan pakaian terbaik, wajah-wajah sumringah berpadu dengan haru setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadhan. Lapangan yang berada di jantung Kota Solok itu pun berubah menjadi lautan manusia rapat, namun penuh kehangatan.

Mendung yang menggantung seolah menjadi saksi kebersamaan. Di tengah suasana itu, gema takbir berkumandang, menembus langit yang kelabu, menghadirkan ketenangan di hati setiap yang hadir.

Baca Juga  6 Tips Mengatasi Bosan Saat Perjalanan Mudik Lebaran

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat kebersamaan yang dirasakan saat ini. Ia mengingatkan bahwa tidak semua daerah dapat merasakan ketenangan serupa.

“Ini adalah kenikmatan yang kita terima. Di daerah lain, banyak yang melaksanakan shalat dan ibadah di tengah rasa kecemasan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perbedaan dalam penetapan hari raya yang sempat terjadi. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Perbedaan dalam penetapan hari Id bukan sebagai ruang untuk perpecahan. Idul Fitri bukan tentang tanggal, tapi tentang hati yang kembali suci,” ucapnya.

Baca Juga  DLH Sumbar Siapkan Langkah Strategis Tanggulangi Lonjakan Volume Sampah Selama Musim Libur Lebaran

Momentum Idulfitri juga dimanfaatkannya untuk menyampaikan pesan hangat kepada para perantau yang pulang kampung. Kehadiran mereka, kata dia, menjadi energi tersendiri bagi kampung halaman.

“Selamat datang perantau. Kehadiran dunsanak adalah semangat bagi kami di kampung untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih baik dan diberkahi,” ucapnya itu praktis disambut senyum dan rasa haru para jemaah.

Sementara Khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ustad Asyam Hafiz, Lc, yang mengangkat makna ketakwaan sebagai esensi utama Ramadan. Ia menegaskan, tanda keberhasilan ibadah bukan hanya pada saat Ramadan berlangsung, tetapi bagaimana konsistensi amal setelahnya.