PADANG, HARIANHALUAN.ID – Program Studi Magister Psikologi Departemen Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UNP mengadakan kuliah umum dan penyambutan Mahasiswa Baru (Maba) 2025, Jumat (29/8).
Kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten yakni Professor Minoru Karasawa dari Nagoya University, Jepang dan Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kegiatan dimoderatori oleh Dosen Psikologi UNP, Wirza Fenny Rahayu, M. Psi., Psikolog.
Pada kesempatan itu, Professor Minoru Karasawa membahas New Directions in Moral Psychology.
Dalam paparannya, ia menjelaskan arah baru dalam psikologi moral, yang mengacu pada perkembangan terbaru dan pemikiran terkini dalam studi tentang bagaimana manusia memahami, merasakan, dan berperilaku secara moral.
“Istilah ini menunjukkan bahwa bidang psikologi moral sedang mengalami perubahan, dengan fokus pada aspek-aspek seperti kepekaan, penilaian, motivasi, dan karakter moral, seiring dengan pengaruh budaya dan pengalaman hidup,” ucapnya.
Ia juga memaparkan morality tidak hanya tentang kepedulian dan fairness (keadilan) tapi juga weird morality.
“WEIRD Morality mengacu pada pemahaman moral yang berbeda atau tidak biasa jika dibandingkan dengan norma-norma yang diterima di berbagai budaya,” tuturnya.
Ia memberikan tiga contoh tindakan. Ada yang diterima di budaya Amerika namun tidak diterima di budaya India, ada yang sama-sama diterima di kedua budaya dan ada yang diterima di budaya India namun tidak diterima di budaya Amerika.
Professor Minoru menjelaskan tiga pendekatan moral yang diidentifikasi dalam teori landasan moral Haidt dan Graham (2007).
Pertama, Kerugian/Kepedulian (Harm/Care). Fokus pada intuisi untuk melindungi orang lain dari penderitaan dan bahaya.
Penilaian moral didasarkan pada sejauh mana suatu tindakan menyebabkan kerugian, kesakitan, atau cedera pada individu.
Kedua, Keadilan/Timbal Balik (Fairness/Reciprocity). Berkaitan dengan gagasan tentang keadilan, perlakuan yang sama, dan timbal balik antara individu.
Mengevaluasi apakah suatu tindakan tidak adil, melibatkan penipuan, atau tidak menghormati prinsip timbal balik yang adil.
Ketiga, Kelompok/Kesetiaan (Ingroup/Loyalty) mengacu pada pentingnya loyalitas, patriotisme, dan dedikasi terhadap kelompok atau komunitas.
Penilaian moral terkait dengan tindakan pengkhianatan terhadap kelompok, favoritisme dalam kelompok, atau pengorbanan demi kesatuan kelompok.
Selain ketiga landasan ini, terdapat juga dua landasan lain yang sering dibahas dalam teori landasan moral yang dikembangkan oleh Haidt dan Graham.
Keempat, Otoritas/Rasa Hormat (Authority/Respect). Kepatuhan terhadap otoritas, tradisi, dan struktur hierarkis.
Kemurnian/Kesucian.
Kelima, (Purity/Sanctity) dengan Penekanan pada kesucian, kebersihan, dan penghindaran dari degradasi atau tindakan menjijikkan.
“Bahwa ada beberapa nilai, prinsip, atau keyakinan yang relatif umum atau tidak sepenuhnya berbeda di berbagai budaya, melintasi batas-batas budaya, meskipun mungkin tidak mutlak dan memiliki sedikit variasi,” ucapnya.
Sedangkan Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si membahas Publishing in International Journals: Strategies, Challenges, and Opportunities” (Transforming Research into Global Knowledge Contribution).
Sebelum memaparkan cara penulisan artikel internasional, Prof. Hamdi menjelaskan terlebih dahulu konsep jurnal dan riset kepada para peserta.
“Jurnal merupakan sarana komunikasi dalam konteks ilmu pengetahuan. Jurnal adalah jendela bagi para ilmuan untuk menginformasikan segala sesuatu yam dianggap memberikan ‘kontribusi’ bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ucap Profesor asli Padang Panjang yang kini menjabat Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI ini.
Kontribusi itu diukur dari orisinalitas, inovasi ada novelty (kebaruan) terhadap penelitian sejenis yang sudah pernah diketahui (dipublikasikan).
“Intinya tidak boleh mempublish hal-hal yang sudah terang benderang. Artinya riset yang dirancang betul-betul dirancang menemukan sesuatu yang baru,” ujarnya.
Program Studi S2 Psikologi UNP mengundang seluruh mahasiswa magister psikologi termasuk mahasiswa baru 2025 dalam kuliah umum ini. (h/yes)