Ketika Para Kepala Dinas Pemko Padang Berlenggok di Atas Catwalk, Tak Disangka Ibu-Ibu Cantik Layaknya Model

HARIANHALUAN.id – Empatbelas Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Padang rupanya pernah bekerja di luar rutinitas. Mereka pernah menjadi model pakaian dan berjalan di atas catwalk.

Ya, empatbelas kepala OPD itu menjadi model saat Rakernas Apeksi XV di Padang pada 8 Agustus lalu. Dalam kegiatan “Ladies Program”, bak seorang model, sejumlah Kepala OPD wanita melenggak-lenggok di atas catwalk. Sedangkan model pria, berjalan dengan tampan di depan tamu.

Keempatbelas Kepala OPD Pemko Padang yang menjadi model yakni Kepala Dinas Kesehatan dr Srikurnia Yati, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dr Feri Mulyani Hamid, Kepala BPBD Endrizal, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Dian Fakhri. Kemudian, Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Syani, Kepala Dinas Pertanahan Rudy Rinaldy, Kepala DPMPTSP Editiawarman, Asisten III Corri Saidan, Ketua DWP Kota Padang dr Putri Sari Ivanny, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Teddy Antonius, Kepala Dinas Pariwisata Eri Senjaya, Kepala BPKAD Raju Minropa, Kadis PRKP Raf Indra, serta Kadis Sosial Ances Kurniawan.

Keempatbelas Kepala OPD itu berjalan di depan sebanyak 98 istri wali kota se-Indonesia di Hotel Santika, Padang. Mereka mengenakan pakaian dari rancangan desainer ternama di Sumbar. Seperti Arliza Arlen, Yori Oktarino, Yadirsyah Zuhur, Mira Muraza, Novia Hertini, Ade Lestiani, serta Erni Arlin.

Ketika ditanyakan perasaan mereka berjalan di atas catwalk, kepala OPD itu pada umumnya mengaku gugup dan grogi. Sebab itu merupakan pengalaman pertama mereka berada di atas catwalk.

“Rasanya luar biasa, campur aduk, sesuatu yang belum pernah dilakukan. Semua demi mensukseskan Rakernas Apeksi,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dr Feri Mulyani Hamid, kemarin.

Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Syani. Menurutnya, dirinya awalnya tidak menyangka bakal jadi peraga busana (model). Apalagi tampil di hadapan seluruh istri wali kota.

“Yang membuat agak percaya diri adalah apapun kesalahan dalam penampilan nantinya di atas panggung adalah wajar karena memang bukan profesi. Pasti semua orang maklum, itu saja modalnya jadi model dadakan,” ujar Kadishub.

Seluruh “model dadakan” itu mengenakan pakaian dengan model berbeda. Ada yang mengenakan songket, batik tanah liek, kajang padati, dan lainnya. Pada umumnya pakaian yang ditampilkan merupakan khas Minangkabau.

“Senang juga tampil di atas catwalk, apalagi di tengah momen sedang hangat-hangatnya ‘Citayam Fashion Week’,” ungkap Kepala Disnakerin Dian Fakhri.

Kesan lain juga disampaikan Asisten III Corri Saidan. Dirinya mengaku tidak pernah bermimpi dan membayangkan bisa tampil menjadi model. Namun begitu, dengan kemampuan yang terbatas karena memang tidak model, akhirnya bisa ikut berpartisipasi.

“Dengan ikut ‘Ladies Program’, saya jadi ikut mendukung UMKM dan mempromosikan hasil karya para desainer, sekaligus juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia (BBI),” sebut Asisten III Setdako Padang itu. (*)

Exit mobile version