Jumat, 29 Agustus 2025
HarianHaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
HarianHaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
HARIANHALUAN.ID NASIONAL

BNPB Resmikan 39 Titik Sumber Air Bersih di NTT

Editor: Atviarni
Jumat, 29/08/2025 | 07:50 WIB
ShareTweetSendShare

NTT, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan sumur bor sebagai sumber air bersih di 13 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (28/8).

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di salah satu titik lokasi yang berada di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kepala BNPB mengatakan, pembangunan sumur bor yang tersebar di 13 kabupaten di NTT ini totalnya berjumlah 39 titik, di mana setiap daerah dibangun tiga titik lokasi sumber air bersih.

Pembangunan dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menanggulangi bencana krisis air bersih akibat kekeringan di musim kemarau yang kerap kali melanda sebagian wilayah NTT.

“NTT kita tahu bersama merupakan wilayah yang banyak sekali tantangannya yang harus dihadapi oleh masyarakat termasuk krisis air bersih di musim kemarau,” kata Suharyanto.

Pemilihan lokasi pembangunan sumur bor dilaksanakan berdasarkan usulan masyarakat melalui pemerintah daerah ataupun komunitas masyarakat kepada BPBD. Hal ini dilakukan agar sumur yang dibangun benar-benar di wilayah yang paling membutuhkan.

“Jadi ini memang usulan dari bawah, jadi masyarakat yang betul-betul sangat membutuhkan akses air bersih, misalnya daerah terpencil seperti di sini warga harus mengambil air dari sumber yang jauh yang sulit dijangkau, jadi kami hadirkan akses air bersih melalui program ini,” terang Suharyanto, usai meresmikan sumur bor, Kamis (28/8).

Suharyanto menerangkan, pembangunan sumur bor yang dilakukan sepanjang 2024-2025 ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) yang diperuntukan bagi penanganan darurat bencana di suatu wilayah. Biaya pembangunan satu titik sumur bor di NTT, lanjut Suharyanto, berkisar paling kecil Rp400 juta dan paling tinggi biayanya mencapai Rp800 juta.

“Biayanya tidak sedikit, bahkan kalau di sini bisa Rp800 juta per titik itu di Jawa Barat bisa untuk empat sumur, jadi dari sini kita pahami bahwa dana bagi pemerintah tidak masalah yang penting solusi dari permasalahan krisis air ini jadi prioritas,” kata Suharyanto menggambarkan.

Sumur bor yang dibangun ini memiliki kedalaman mencapai 120 hingga 130 meter. Hal tersebut tidak mengherankan karena kondisi geografis NTT tergolong sulit mendapatkan air ini disebabkan oleh kombinasi iklim kering dan curah hujan rendah, musim kemarau yang panjang, serta topografi pegunungan dan lahan berbatu yang membuat tanah kurang mampu menyimpan air.

Satu titik sumur bor yang dibangun BNPB ini diperkirakan dapat dimanfaatkan oleh 112 Kepala Keluarga (KK) sehingga total dari 39 titik ini, sedikitnya empat ribu lebih masyarakat dapat memanfaatkan sumber air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

ke-13 daerah yang mendapatkan program pembangunan sumur bor ini di antaranya selain Kabupaten Timor Tengah Utara, adalah Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Saburai Jua, Kabupaten Rotendao, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berharap dari ketiga belas daerah ini menjadi pijakan awal untuk melanjutkan program pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih di NTT selanjutnya.

“Ini pokoknya kita lanjutkan terus, paling tidak dari pembangunan tahap awal ini di 13 kabupaten, kita mendapat pembelajaran bagaimana karakteristik setiap daerah sehingga tahap berikutnya bisa lebih baik,” imbuh Suharyanto.

Syukur dari Warga untuk Sumber Air Bersih

Sementara itu, seorang warga di Desa Kiuola tak kuasa mengucapkan syukurnya setelah desanya kedapatan sumber air bersih yang telah ia bersama warga nanti-nantikan. Dulu, setiap musim kemarau datang, krisis air bersih tak lagi terhindarkan.

Senyum lepas tergambar di wajah Florencia (62), warga asli Desa Kiuola yang harus berjalan hampir 200 meter hanya untuk mengambil air dari sungai yang keruh. Kini wajahnya tampak lega, ditemui usai peresmian sumur bor, Florencia mengaku sangat gembira dengan adanya sumber air bersih yang lebih dekat.

“Air su dekat,” ucap Florencia spontan setelah mencoba membuka kran dari penampungan air bersih yang berasal dari sumur bor tersebut.

Kehadiran akses air bersih melalui sumur bor dalam ini bukan soal ketersediaan air tetapi juga membawa harapan baru yakni anak-anak dari warga setempat bisa tumbuh lebih sehat serta kehidupan yang lebih berkualitas karena tersedianya air bersih.

“Saya biasanya ambil air di jam 7 pagi dan jam 5 sore, itu harus jalan 100 sampai 200 meter bawa ember atau jerigen untuk di rumah, sekarang sangat senang sudah ada air yang lebih dekat,” ucap Florencia.

Ia pun berpesan kepada warganya agar dapat menjaga sumur bor yang menjadi sumber air bersih ini bersama-sama dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. (*)

Tags: BNPB
ShareTweetSendShare

BacaJuga

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29 Agustus 2025

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29 Agustus 2025

Jumat, 29/08/2025 | 14:33 WIB
Sekolah Literasi Indonesia dan Astra Financial Gelar Puncak Kreasi Literasi Keuangan di Sumatra Utara

Sekolah Literasi Indonesia dan Astra Financial Gelar Puncak Kreasi Literasi Keuangan di Sumatra Utara

Jumat, 29/08/2025 | 13:16 WIB
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 28 Agustus 2025

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 28 Agustus 2025

Kamis, 28/08/2025 | 20:15 WIB
BNPB Selenggarakan Geladi Lapang Komunikasi Risiko Penanggulangan Bencana

BNPB Selenggarakan Geladi Lapang Komunikasi Risiko Penanggulangan Bencana

Kamis, 28/08/2025 | 20:01 WIB
Kepala BNPB Pastikan Pembangunan Huntap untuk Penyintas Lewotobi Laki-Laki Berjalan Baik

Kepala BNPB Pastikan Pembangunan Huntap untuk Penyintas Lewotobi Laki-Laki Berjalan Baik

Kamis, 28/08/2025 | 16:33 WIB
Menteri Nusron

Pimpin Rapim, Menteri Nusron Canangkan Transformasi Layanan Pertanahan

Rabu, 27/08/2025 | 21:46 WIB

HALUANePaper

Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

HALUANOPINI

Quo Vadis Ekonomi Sumbar
OPINI

Quo Vadis Ekonomi Sumbar

Jumat, 29/08/2025 | 10:34 WIB

SelengkapnyaDetails
Korupsi yang Terus Tumbuh: Lemahnya Instrumen Hukum atau Implementasinya?

Korupsi yang Terus Tumbuh: Lemahnya Instrumen Hukum atau Implementasinya?

Kamis, 28/08/2025 | 12:42 WIB
Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

Selasa, 26/08/2025 | 20:46 WIB
Santai Tapi Terencana: Yuk, Siapkan Ibadah Qurban Bersama Tabungan SIkoci Qurban Bank Nagari Syariah

Santai Tapi Terencana: Yuk, Siapkan Ibadah Qurban Bersama Tabungan SIkoci Qurban Bank Nagari Syariah

Selasa, 26/08/2025 | 20:23 WIB
Pemasaran Syariah: Bisnis Jujur ala Nabi untuk Membangun Ekonomi Berkah dan Inklusif

Pemasaran Syariah: Bisnis Jujur ala Nabi untuk Membangun Ekonomi Berkah dan Inklusif

Selasa, 26/08/2025 | 20:04 WIB

HALUANTERPOPULER

  • Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

    Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prodi Magister Psikologi UNP Hadirkan Profesor dari Jepang dan UI dalam Kuliah Umum dan Penyambutan Maba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TASPEN Gelar Safety Day di Padang, Dorong Budaya Keselamatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Anak PAUD dan TK Ikuti Lomba Fashion Show se Kabupaten Pasbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Pasar Kredit Kendaraan Bermotor, Bank Nagari Gandeng 4 Dealer Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
HarianHaluan.id

Kantor Redaksi dan Bisnis:
Jln. Prof Hamka (Komp. Bandara Tabing - Lanud St. Syarir) - Kota Padang - Sumatera Barat (25171)

  [email protected]

  Redaksi: 08126888210 (Nasrizal)
  Iklan: 081270864370 (Andri Yusran)

Instagram Harianhaluan Post

  • Jembatan siti nurbaya berada di pelabuhan tertua di kota padang yakni pelabuhan muaro, jembatan siti nurbaya adalah lebih dari sekedar struktur beton dan baja, Bagi wisatawan, Jembatan Sitti Nurbaya adalah jembatan yang membentang sepanjang 156 meter di atas sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat serta jembatan ini berdiri pada tahun 1995. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan Seberang Padang. Mengambil nama dari novel klasik Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, jembatan ini adalah akses menuju Gunung Padang, salah satu latar tempat Sitti Nurbaya
Jembatan ini adalah salah satu objek wisata di kota padang yang sering di kunjungi oleh para wisatawan dari sumatra barat maupun luar sumatra barat.🎥 : @shlm_syh27
  • Ribuan driver ojol memadati jalan protokol Jenderal Sudirman-Thamrin hari ini Jumat (29/8), bukan sekadar iringan, tapi bukti persaudaraan yang tak pernah pudar. Selamat jalan Affan, doa kami menyertaimu.

Follow Us

  • Index
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

HarianHaluan.id © 2025.

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA

HarianHaluan.id © 2025.