Sabtu, 30 Agustus 2025
HarianHaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA
HarianHaluan.id
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
HARIANHALUAN.ID NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 30 Agustus 2025

Editor: Atviarni
Sabtu, 30/08/2025 | 15:52 WIB
ShareTweetSendShare

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hasil pemantauan kejadian bencana selama periode 29 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB hingga 30 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sebanyak delapan kejadian dikategorikan menonjol atau berdampak signifikan, baik kejadian baru maupun hasil dari perkembangan data di lapangan.

Untuk kejadian baru, dilaporkan dua peristiwa banjir di wilayah Provinsi Banten, yang dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi pada tanggal 28 dan 29 Agustus 2025. Adapun wilayah terdampak banjir yang pertama adalah Kota Tangerang Selatan. Banjir tersebut berdampak pada 985 KK dengan jumlah rumah terendam ada sebanyak 985 unit. Saat ini, kondisi air sudah surut dan penanganan darurat tidak lagi berlangsung. Kedua, banjir di Kota Tangerang yang mengakibatkan 162 jiwa harus mengungsi dan 150 unit rumah terdampak. Penanganan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Sementara itu, terdapat enam kejadian yang merupakan pengkinian data dari bencana sebelumnya. Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat masih berlangsung dengan catatan luas lahan terbakar mencapai ±11.258,61 hektare sejak Januari hingga Agustus 2025. Status Tanggap Darurat telah diberlakukan sejak 30 Juli hingga 30 Agustus 2025 dengan pendampingan BNPB melalui Kedeputian Bidang Penanganan Darurat. Data terakhir menunjukkan terpantau 4.409 titik panas (hotspot) dengan dominasi tingkat kepercayaan rendah.

Di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, gempa bumi dengan magnitudo 6,3 pada tanggal 12 Agustus 2025 telah mengakibatkan dampak pada sekitar 106 KK, dengan 8 rumah rusak berat dan 98 rumah rusak ringan. Status Tanggap Darurat telah ditetapkan dari 19 Agustus hingga 19 Desember 2025, dan penanganan masih terus dilakukan.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga masih menimbulkan dampak signifikan. Akumulasi data sejak November 2024 hingga Agustus 2025 tercatat sebanyak 10 jiwa dilaporkan meninggal dunia, sementara 821 KK atau 3.175 jiwa terdampak. Status Tanggap Darurat berlaku sejak 14 Agustus hingga 14 September 2025. Hingga saat ini, aktivitas vulkanik gunung Lewotobi Laki-Laki masih cukup tinggi. Beberapa kali bahkan terjadi erupsi eksplosif maupun efusif yang ditandai dengan munculnya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, setinggi 50 hingga 200 meter dari puncak serta lontaran lava pijar dari kawah utama.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dilaporkan di beberapa provinsi lain. Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar mencapai sekitar 943,14 hektare dengan status Siaga Darurat berlaku dari 29 Juli hingga 20 Oktober 2025. Di Provinsi Riau, total luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 29 Agustus 2025 mencapai ±1.822,51 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 118,65 hektare berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Status saat ini berada pada Transisi Darurat sejak 19 Agustus hingga 30 November 2025.

Adapun karhutla di Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar telah mencapai ±448,73 hektare sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2025. Status Siaga Darurat telah ditetapkan sejak 2 Juni hingga 31 Oktober 2025. Perkembangan terkini menunjukkan tidak terpantau hotspot aktif pada 28 Agustus 2025 pukul 16.00 WIB.

Hujan Jabodetabek di Akhir Bulan Agustus 2025

Sebagaimana diketahui bahwa secara umum, periode Juni hingga Agustus merupakan musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Namun, kondisi iklim tropis di Indonesia membuat hujan tetap mungkin terjadi meskipun berada di periode kemarau.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hujan masih turun di Jakarta hingga akhir Agustus 2025. Pertama, dinamika atmosfer lokal seperti suhu permukaan laut di sekitar perairan Jakarta yang relatif hangat memicu pembentukan awan hujan. Kedua, adanya pengaruh angin laut (sea breeze) dan konvergensi angin menyebabkan pertumbuhan awan di wilayah Jabodetabek hingga menurunkan hujan seperti yang terjadi pada tanggal 28 dan 28 Agustus 2025.

Selain itu, faktor global seperti fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) maupun anomali suhu laut di Samudra Pasifik dan Hindia juga dapat menambah pasokan uap air ke wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang hujan di musim kemarau tetap ada.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap segala jenis potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca, fenomena geologi maupun vulkanologi.

BNPB bersama unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana seperti hidrometeorologi, geologi dan vulkanologi. Bersama BPBD dan unsur forkopimda terkait, BNPB senantiasa mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang seperti BNPB, BMKG, BPBD, PVMBG, TNI, Polri dan sebagainya. (*)

Tags: Bencana AlamBNPB
ShareTweetSendShare

BacaJuga

HLN PUI dan HLN Partai Golkar Jalin Sinergi Perkuat Diplomasi Umat dan SDM Strategis

HLN PUI dan HLN Partai Golkar Jalin Sinergi Perkuat Diplomasi Umat dan SDM Strategis

Sabtu, 30/08/2025 | 18:41 WIB
Finalis Miss Grand Indonesia 2025 Resmi Diumumkan, Menuju Malam Puncak Grand Final

Finalis Miss Grand Indonesia 2025 Resmi Diumumkan, Menuju Malam Puncak Grand Final

Sabtu, 30/08/2025 | 16:10 WIB
6.000 Penonton Ramaikan AXIS Nation Cup 2025 di Kota Padang, 44 Tim Futsal Antar Pelajar SMA Siap Berlaga

6.000 Penonton Ramaikan AXIS Nation Cup 2025 di Kota Padang, 44 Tim Futsal Antar Pelajar SMA Siap Berlaga

Sabtu, 30/08/2025 | 09:45 WIB
BNPB Kerahkan Helikopter Black Hawk Untuk Penanganan Karhutla Aceh Selatan

BNPB Kerahkan Helikopter Black Hawk Untuk Penanganan Karhutla Aceh Selatan

Sabtu, 30/08/2025 | 08:10 WIB
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29 Agustus 2025

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29 Agustus 2025

Jumat, 29/08/2025 | 14:33 WIB
Sekolah Literasi Indonesia dan Astra Financial Gelar Puncak Kreasi Literasi Keuangan di Sumatra Utara

Sekolah Literasi Indonesia dan Astra Financial Gelar Puncak Kreasi Literasi Keuangan di Sumatra Utara

Jumat, 29/08/2025 | 13:16 WIB

HALUANePaper

Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

HALUANOPINI

Quo Vadis Ekonomi Sumbar
OPINI

Quo Vadis Ekonomi Sumbar

Jumat, 29/08/2025 | 10:34 WIB

SelengkapnyaDetails
Korupsi yang Terus Tumbuh: Lemahnya Instrumen Hukum atau Implementasinya?

Korupsi yang Terus Tumbuh: Lemahnya Instrumen Hukum atau Implementasinya?

Kamis, 28/08/2025 | 12:42 WIB
Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

Selasa, 26/08/2025 | 20:46 WIB
Santai Tapi Terencana: Yuk, Siapkan Ibadah Qurban Bersama Tabungan SIkoci Qurban Bank Nagari Syariah

Santai Tapi Terencana: Yuk, Siapkan Ibadah Qurban Bersama Tabungan SIkoci Qurban Bank Nagari Syariah

Selasa, 26/08/2025 | 20:23 WIB
Pemasaran Syariah: Bisnis Jujur ala Nabi untuk Membangun Ekonomi Berkah dan Inklusif

Pemasaran Syariah: Bisnis Jujur ala Nabi untuk Membangun Ekonomi Berkah dan Inklusif

Selasa, 26/08/2025 | 20:04 WIB

HALUANTERPOPULER

  • Lokal Direhab, Murid MTsN 2 Padang Terpaksa Belajar di Rumah

    Lokal Direhab, Murid MTsN 2 Padang Terpaksa Belajar di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungan Wisata ke Sumbar dari Singapura Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6.000 Penonton Ramaikan AXIS Nation Cup 2025 di Kota Padang, 44 Tim Futsal Antar Pelajar SMA Siap Berlaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quo Vadis Ekonomi Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Program Bangga Kencana, Angka Stunting di Sungai Pua Menurun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
HarianHaluan.id

Kantor Redaksi dan Bisnis:
Jln. Prof Hamka (Komp. Bandara Tabing - Lanud St. Syarir) - Kota Padang - Sumatera Barat (25171)

  [email protected]

  Redaksi: 08126888210 (Nasrizal)
  Iklan: 081270864370 (Andri Yusran)

Instagram Harianhaluan Post

  • Suasana pagi dipasar tradisional banda aia padang Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. setiap pagi para nelayan akan kembali kepesisir pantai untuk mengantarkan hasil tangkapan laut yang telah didapatkan. ikan dibawa ke daerah pesisir pantai menggunakan perahu kecil. setelah sampai dibibir pantai, akan datang orang yang bekerja sebagai “paambua” atau pekerja yang membantu mengeluarkan ikan dari kapal ke pesisir pantai.Di pesisir pantai sudah banyak warga yang menunggu kedatangan ikan segar untuk dibeli secara langsung sebelum masuk pasar karna selain ikan masih segar biasanya harganya lebih murah dari pada di dalam pasar.
Suana dipasar terlihat sangat ramai, banyak penjual yang menawarkan dagangannya kepada calon pembeli. tidak hanya ikan segar yang dijual dipasar, ada banyak jenis lainnya seperti udang, sotong, dan tentunya berbagai jenis ikan lainnya.🎥 : @_vinaulia
  • Pengamat Politik dari Universitas Negeri Padang (UNP),
Reno Fernandes menilai bahwa gelombang aksi massa yang belakangan terjadi muncul sebagai bentuk kemarahan masyarakat terhadap perilaku penguasa. Menurutnya, kekecewaan publik bukan hanya ditujukan
pada eksekutif, tetapi juga pada lembaga legislatif yang dianggap semakin jauh dari kepentingan rakyat.Selengkapnya di koran Haluan hari ini.

Follow Us

  • Index
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

HarianHaluan.id © 2025.

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • UTAMA
  • EkBis
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • SUMBAR
    • AGAM
    • BUKITTINGGI
    • DHARMASRAYA
    • KAB. SOLOK
    • KOTA SOLOK
    • KAB. LIMAPULUH KOTA
    • MENTAWAI
    • PADANG
    • PADANG PANJANG
    • PADANG PARIAMAN
    • PARIAMAN
    • PASAMAN
    • PASAMAN BARAT
    • PAYAKUMBUH
    • PESISIR SELATAN
    • SAWAHLUNTO
    • SIJUNJUNG
    • SOLOK SELATAN
    • TANAH DATAR
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
    • KAMPUS
      • INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
      • POLITEKNIK ATI PADANG
      • POLITEKNIK NEGERI PADANG
    • SASTRA BUDAYA
  • PARIWISATA
  • WEBTORIAL
  • PILKADA SUMBAR
  • INSPIRASI
  • RAGAM
    • PERISTIWA
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • RANAH & RANTAU
      • KABA RANAH
      • KABA RANTAU
    • PRAKIRAAN CUACA

HarianHaluan.id © 2025.