Motivasi Basi

Oleh : Alin Yusti Hamdani, Siswa SMAN 4 Bukittinggi

Motivasi merupakan berbagai perilaku yang dapat mempengaruhi seseoarang demi mendapatkan hal yang sesuai dengan harapan orang tersebut. Semua orang selalu ingin bersemangat dalam melakukan sesuatu, untuk bersemangat seseorang membutuhkan motivasi.

Motivasi akan menjadi sia sia jika seseorang tidak melakukan suatu tindakan untuk memperoleh suatu hal yang Ia harapkan. Tidak ada gunanya banyak ide ide yang didapatkan, nasehat, kata kata motivasi jika tidak bertindak.

Untuk mewujudkan suatu keinginan seseorang perlu motivasi. Bergerak untuk melakukan sesuatu karena motivasi datang dari diri sendiri bukan dari diri orang lain.

Banyak orang yang mempunyai keinginan yang besar tetapi mereka tidak bergerak untuk melakukan sesuatu. Menurut Weiner 1990, pengertian motivasi adalah kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

Menurut Alodokter motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik yang berasal dari diri sendiri dan motivasi ekstrinsik yang berasal dari luar. Kedua motivasi ini dapat mengubah seseorang menjadi lebih baik dan mendapatkan apa yang diinginkan.

Motivasi yang berasal dari diri sendiri merupakan perilaku seseorang untuk memperoleh suatu hasil demi dirinya sendiri. Motivasi ini timbul karena keinginan dan kesadaran diri sendiri.

Contohnya, seorang remaja yang hobi menggambar, ia akan malakukan apa yang membuat ia senang tanpa harus diperintah atau mendapatkan dorongan dari orang lain.

Belajar juga termasuk contoh dari motivasi yang berasal dari diri sendiri, Seorang remaja belajar dengan rajin untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Belajar bertujuan untuk menjadi pintar dan mendapatkan nilai yang tinggi. Motivasi yang berasal dari luar merupakan perilaku seseorang untuk mendapatkan sesuatu tetapi dorongan itu muncul karena perintah dari orang lain.

Motivasi dapat muncul dari siapa saja, orang yang lebih tua, lebih muda, maupun teman sebaya. Contohnya, seorang remaja mengikuti suatu lomba karena ingin memperoleh hadiah, menyelesaikan pekerjaan dengan baik agar mendapatkan upah dari atasan, belajar juga termasuk motivasi yang berasal dari luar jika tujuan seorang remaja untuk mendapatkan pujian dari orang lain dan keinginan untuk mendapatkan hadiah.

Dorongan dari luar akan membuat seseorang bersemangat dengan apa yang mereka kerjakan demi mencapai sesuatu yang mereka harapkan.

Seseorang yang termotivasi akan terus mencari cara untuk mewujudkan semua tujuan melalui tindakan. Jika motivasi berakhir ditengah jalan seseoarang akan gagal dalam mencapai keinginannya.

Mempertahankan motivasi dalam diri sangat penting. Hal hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan motivasi pada diri.

Yaitu, 1) Mengingat impian. 2) Membagi waktu. 3) Belajar dari kesalahan. 4) Telusuri penyebab hilangnya motivasi pada diri. 5) Mengikuti organisasi yang disukai. 6) berfikir positif. 7) Ceritakan masalah yang dihadapi. 8) Apresiasi diri.

Seseorang akan semakin termotivasi jika memiliki tujuan yang jelas. Dengan motivasi seseoarang dapat melangkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi berkaitan dengan keinginan, wajar jika dalam mencapainya terjadi kegagalan.

Memotivasi diri tentu tidak mudah, apalagi bagi seseoarang yang sering mengalami kegagalan. Untuk memotivasi diri seseoarang dapat mengenali diri sendiri.

Mengenal diri sendiri bertujuan untuk memudahkan seseorang mencapai keinginan mereka. Dengan mengenali diri sendiri seseoarang akan mengetahui kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Kekurangan dan kelebihan harus diperbaiki agar menjadi suatu kelebihan.

Hal hal yang menyebabkan seseorang kehilangan motivasi yaitu, 1) Memfokuskan diri pada kesalahan atau kegagalan. padahal dengan kegagalan kita bisa melihat dimana kekuarangan kita, dengan melihat kekuarangan kita selalu berlatih untuk memenuhi kekuarangan tersebut.

Kesalahan akan membawa seseoarang kepada hal baru dan lebih teliti untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. 2) Berpendapat bahwa semua usaha yang dilakukan tidak ada gunanya. Padahal dengan usaha kita dapat menggapai suatu hal yang kita harapkan dengan Tindakan dan tekat yang kuat.

3) Selalu takut untuk gagal. Orang yang takut gagal adalah orang yang tidak yakin dengan dirinya sendiri. Rasa takut yang berlebihan akan menyebabkan seseorang menghindari segala sesuatu yang berkaitan dengan kegagalan.

Untuk menyingkirkan rasa rasa takut untuk gagal seseorang dapat melakukan refleksi diri agar dapat melihat gambaran suatu hambatan apa saja yang akan terjadi kedepannya, rasa selalu takut untuk gagal menciptakan peluang untuk gagal jauh lebih besar.

4) kebiasaan menunda nunda. Menunda nunda membuat waktu yang dimiliki terbuang sia sia karena tidak menghasilkan suatu hal yang bermanfaat. Sifat menunda nunda akan menumpukkan rasa malas.Cara agar tidak menunda nunda yaitu dengan niat, tanpa ada niat seseoarang tidak bisa mengubah diri mereka.

5) Insecure. Rasa insecure muncul karena selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian diri sendiri.

Rasa tidak percaya diri membuat seseoarang tidak keluar dari zona nyaman karena merasa sedikit risiko kegagalan yang akan dia dapatkan dari zona nyaman tersebut. Seseorang yang tidak percaya diri tidak bersungguh sungguh dalam mengusahakan sesuatu.

Motivasi menjadikan seseoarang bersemangat untuk menggapai sesuatu yang mereka inginkan dengan rasa puas dalam melakukan sesuatu dan meningkatkan kedisplinan. Motivasi yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik. (*)

Exit mobile version