Usai Muktamar NU ke-34, Ketua Tanfidziyah Prof Ganefri Imbau Warga NU Sumbar Tetap Jaga Soliditas

 

PADANG, HALUAN – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar, Prof. Ganefri, berharap agar dinamika yang terjadi selama pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung tak menjadi bahan pertentangan yang berkepanjangan

Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-34 NU yang berlangsung sejak 22 hingga 25 Desember 2021 lalu rampung dan menetapkan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026, serta menetapkan Rois Aam PBNU disandang KH Miftahul Akhyar.

“Terkait perbedaan pandangan dan pilihan yang muncul selama Muktamar kemarin, jelas itu hanya dinamika yang tak perlu dipertentangkan panjang lebar. Itu soal pilihan, dan tidak ada yang salah dari berbedanya pilihan. Itu cerminan demokrasi,” ujar Ganefri, Sabtu (25/12).

Oleh karena itu Ganefri berharap, agar pihak mana pun di PWNU Sumbar mau pun Pengurus Cabang NU (PCNU) di kabupaten dan kota di Sumbar, untuk tidak terpancing oleh komentar-komentar miring yang bernada memecah belah dan pada akhirnya akan menggangu soliditas NU di Sumbar.

“Dinamika dalam Muktamar itu biasa. Sekarang Muktamar sudah selesai, saatnya kita merekonstruksi ulang semuanya. Jangan biarkan perbedaan pandangan terjadi berlarut-larut tanpa alasan. Kalau ada pihak-pihak yang menyulut dan menjaga api pertentangan itu agar tetap berkorbar, tentu ini sangat kita sayangkan,” ucapnya lagi.

Dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-34 sendiri, KH Yahya Cholil Staquf berebut suara dengan petahana KH Said Aqil Siradj dalam pemilihan Ketua Umum PBNU 2021-2026. Meski Muktamar sempat diwarnai berbagai dinamika yang mengganggu kelancaran kegiatan, akan tetapi agenda tersebut tetap tuntas digelar dengan hasil ketua umum baru PB NU untuk lima tahun ke depan.

“Kita mengucapkan selamat kepada Gus Yahya atas amanah yang diemban, serta kepada Prof SAS kita ucapkan terima kasih atas pengabdian sebagai Ketua Umum PBNU sebelumnya. Dinamika yang terjadi selama muktamar hanyalah bagian dari upaya menemukan sosok terbaik bagi NU dan bagi Nahdliyin di seluruh Nusantara, termasuk Sumbar,” kata Ganefri lagi.

Selain itu, setelah Muktamar usai, PWNU Sumbar disebut Ganefri akan merekonsiliasi persoalan-persoalan yang muncul selama muktamar digelar. Kami mengimbau semua PCNU, Kader, dan Warga NU di Sumbar untuk tetap solid dan tak mudah terpecah belah. (h/rel)

Exit mobile version