Pelanggan PDAM Lima Puluh Kota Keluhkan Debit Air dan Tidak Bersih

PDAM

Pelanggan PDAM Lima Puluh Kota melakukan pembayaran. Taufik Hidayat

HARIANHALUAN.ID — Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lima Puluh Kota di beberapa titik masih mengeluhkan kecilnya debit air dan air tidak bersih atau keruh.

Maka dari itu, PDAM Lima Puluh Kota terus berupaya memaksimalkan pelayanan terhadap 13.107 pelanggannya, dengan tiga sumber air yang ada di daerah ini.

Menanggapi kondisi itu, Direktur PDAM Lima Puluh Kota, Zulbadri mengakui bahwa dari tiga sumber air permukaan yang ada, baru dua yang bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan.

“Kalau hujan, memang masih ada masalah, karena sumber air kita yang di Jorong Harau sistemnya belum terlalu baik. Kami tidak bisa melakukan perbaikan, karena titik pengolahan air kita itu berada di hutan konservasi,” katanya, Senin (20/6/2022).

Untuk dua sumber air lain, yaitu di Jorong Landai, Nagari Harau, dan Jorong Bio-Bio, Nagari Solok Bio-Bio, pengolahan airnya sudah cukup baik karena sudah menerapkan sistem Water Treatment Plant (WTP).

“Dari tiga pengolahan tersebut, debit air kita itu 60 liter perdetik. Apabila kemarau cukup panjang memang debit air itu menurun, sehingga pelanggan kekurangan air. Sumber air kita itu adalah air permukaan, sehingga butuh pengolahan lebih,” katanya.

Untuk pelanggan sendiri, jumlahnya mencapai 17.000-an, tapi untuk yang aktif hanya 13.107 pelanggan. Tingkat efektivitas penagihan untuk bulan ini mencapai 92 persen.

“Kalau rata-rata tahunnya itu mencapai 93 persen setiap tahunnya. Jadi, ini sudah cukup baik,” tuturnya.

Untuk Tahun 2022, PDAM Lima Puluh Kota juga memiliki program sambungan air bersih gratis untuk 525 pelanggan. Saat ini, tengah proses tender untuk pemasangan.

“Sambungan itu terletak di Nagari Durian Tinggi, Muaro Peti, Sarilamak, Harau, dan Nagari Koto Tinggi. Untuk data penerimanya sudah dari tahun lalu final,” tuturnya. (*)

Exit mobile version