Bupati Benny Utama Berkomitmen Tingkatkan IPM dengan Menabuh “Pasaman Sehat 2022”

Bupati Pasaman Benny Utama. IST

LUBUKSIKAPING, HALUAN – Bupati Benny Utama bertekad meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pasaman yang sempat melorot jauh ke bawah pada tahun 2020 lalu. Untuk itu, pada periode kedua masa jabatannya sebagai bupati, dia mencanangkan “Pasaman Sehat 2022”.

“Dulu IPM Pasaman sudah sempat masuk 10 besar. Tahun 2020 lalu, jatuh ke posisi 18 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Ini tidak boleh dibiarkan. Makanya kami bersama pemangku kepentingan di daerah ini, berkomitmen memperbaikinya. Salah satunya, dengan agenda Pasaman Sehat 2022,” kata Benny Utama kepada Tim Haluan di rumah dinas bupati, Jumat malam (29/10).

Menurut Bupati Pasaman dua periode (2010-2015 dan 2021-2024) ini, IPM penting diperhatikan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan.

Selain IPM yang rendah, yakni 66,64 pada 2020, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,04 serta Indeks Gini 0,324. Ini menunjukkan masih terdapat kesenjangan pendapatan masyarakat yang relatif tinggi.

Menyadari tantangan Pasaman yang tidak ringan itu, Benny bersama Wabup Sabar AS yang mengusung visi “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pasaman yang Lebih Baik dan Bermartabat”, berusaha ‘tancap gas’ setelah pelantikan akhir Februari 2021 lalu.

Sebanyak 10 program prioritas sesuai visi sudah dimasukkan ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pasaman. Sepuluh program prioritas itu termasuk Pasaman sehat dan cerdas. Selain itu ada Pasaman berimtaq, berbudaya, terakses, tanggap bencana, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, memajukan ekonomi rakyat dan Pasaman berkinerja baik dan bersih.

“Kami harus bekerja cepat, kreatif dan mesti bisa merangkul banyak pihak untuk mewujudkan Pasaman yang lebih baik dan bermartabat. Waktu periode kedua ini lebih singkat (sekitar 3,5 tahun—red) dan di musim pandemi lagi. Makanya kami, termasuk seluruh jajaran yang ada di Pasaman, harus sungguh-sungguh dan bekerja keras. Jika ada yang main-main, pasti saya tindak,” kata politikus senior Partai Golkar yang pernah jadi jaksa ini.

Untuk mewujudkan “Pasaman Sehat 2022”, Bupati intensif membangun komunikasi dengan bidan, dokter dan tenaga kesehatan yang ada di Pasaman. Bulan lalu, pertemuan dengan seluruh bidan dan pekan kemarin khusus pertemuan dengan para dokter, termasuk dokter spesialis yang baru saja bertugas di daerah itu.

“Dinas Kesehatan, bidan, dokter dan seluruh tenaga kesehatan adalah ujung tombak untuk mewujudkan “Pasaman Sehat 2022”. Untuk itu, kami sudah mengakomodir aspirasi para bidan di daerah ini terkait status kepegawaian, kesejahteraan, fasilitas kerja di daerah pinggir, termasuk mobil operasional untuk IBI Pasaman,” ujar Benny Utama, didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Pasaman Budi Hermawan.

Khusus untuk dokter spesialis yang bertugas di Pasaman, Pemkab telah menyiapkan fasilitas berupa tunjangan tambahan Rp.15 juta/bulan, rumah dinas, berikut mobil dinas. Pada periode pemerintahan yang singkat ini, Pemkab Pasaman ingin sungguh-sungguh menggenjot maksimal peningkatan IPM, kendati perlu biaya besar hingga ratusan miliar per tahun.

Terkait pendanaan, Bupati percaya bisa diatasi dengan pemanfaatan sebesar-besarnya DAU dan DAK (Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus) yang ada di APBD selain mengupayakan program percepatan anggaran di provinsi dan kementrian serta lembaga.

“IPM itu ujungnya kesejahteraan masyarakat. Karenanya, perbaikannya wajib dilakukan. Untuk mempercepatnya, kami sedang menyiapkan satu polindes satu jorong di seluruh Pasaman.  Pemkab sudah siapkan anggaran untuk program jaminan kesehatan seluruh masyarakat Pasaman,” kata Bupati.

Pendidikan dan Akses

Setelah kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi skala prioritas pada periode kedua kepemimpinan Benny Utama. Konkritnya, Pemkab kembali melaksanakan program pendidikan gratis 12 tahun hingga lulus SLTA/sederajat bagi seluruh anak-anak Pasaman.

Dua bulan lampau, Bupati juga sudah membuat nota kesepahaman dengan  Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) untuk pembangunan Kampus di Pasaman.

“Lahannya sudah disiapkan di Kecamatan Tigo Nagari. Kampus UNP di Pasaman jauh lebih strategis, ini kan ‘kawasan segitiga emas’ ada Pasaman, Pasaman Barat dan sebagian Agam,” kata Benny meyakinkan.

Selain bidang kesehatan dan pendidikan, Pemkab Pasaman sejak Maret lalu hingga kini terus menggiatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pasar-pasar nagari, pasar syarikat serta fasilitasi umum lainnya.

Untuk membuka akses agar Pasaman keluar dari stigma daerah paling ujung, Benny Utama bersama Bupati Limapuluh Kota sudah menandatangani kesepakatan pertengahan Juli lalu, untuk memulai tahapan pembangunan jalan penghubung dari Bonjol ke Suliki.

“Anggarannya 4,6 miliar rupiah sudah disiapkan. Tinggal administrasi pemerintahan yang sedang proses. Siap itu, bisa jalan,” kata Benny Utama. (h/ze/un)

Exit mobile version