Perantau Tanjuang Medan Beri Bantuan Ambulans

Bantuan ambulans

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menerima secara simbolis bantuan ambulans dari perantau untuk diserahkan lagi kepada masyarakat di Nagari Sandi Ulakan, Padang Pariaman, Senin (9/5/2022). YUHENDRA

HALUANNEWS, PADANG PARIAMAN – Perantau asal Tanjuang Medan, Nagari Sandi Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), menyumbangkan satu unit ambulans untuk masyarakat.

Pasalnya, selama ini masyarakat kesusahaan untuk membawa orang sakit atau pun membawa jenazah ke tempat pemakaman umum.

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan apresiasi kepada perantau yang telah memberikan bantuan ambulans, yang merupakan sebuah kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, sudah banyak perantau yang telah memberikan bantuan ambulans untuk nagari.

“Alhamdulillah banyak perantau kita yang membantu untuk kampung halaman, di saat Covid-19 mulai melandai perantau bisa bersama-sama untuk membantu masyarakat di kampung,” kata di Padang Pariaman, Senin (9/5/2022).

Ia mengakui bahwa banyak masyarakat yang sering terkendala saat mencari ambulans untuk membawa keluarga, atau tetangga yang sakit ke fasilitas kesehatan. Dengan adanya bantuan tersebut akan sangat membantu masyarakat kedepannya.

Suhatri Bur mengatakan, bantuan dari para perantau tersebut merupakan simbol dalam pembangunan daerah. Bagaimana masyarakat, pemerintah daerah di kampung bersinergi dengan perantau di berbagai daerah.

“Semoga gerakan seperti ini juga dibantu oleh perantau yang berasal nagari lain, sehingga bisa meringankan beban masyarakat kita,” katanya.

Ia berharap tahun depan perantau di Tanjuang Medan bisa menyediakan satu unit bus, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pergi ziarah.

“Biasanya pada bulan-bulan tertentu banyak masyarakat kita yang pergi ziarah, bahkan sampai ke Aceh,” katanya.

Sementara itu, salah satu perantau Fahrul Rozi menyampaikan, ambulans ini merupakan bantuan dari perantau yang dikumpulkan melalui Keluarga Perantau Tanjuang Medan, untuk memudahkan masyarakat dalam membawa orang sakit atau jenazah.

“Di sini lokasi kuburan kita agak jauh, jadi dengan adanya ambulans ini bisa memudahkan masyarakat,” katanya.

Perantau Jakarta ini berharap ambulans ini bisa digunakan sebaik mungkin oleh masyarakat di nagari itu, sehingga tidak ada lagi yang membawa orang sakit dengan becak dan sebagainya. (*)

Exit mobile version