PADANG, PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Dandy Indarto Seno mengapresiasi capaian Kota Padang Panjang dalam pengelolaan bansos nontunai.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Nontunai Tahun 2025 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Agen Penyalur, dan Pendamping Sosial, Jumat (20/6/2025) di Hall Lantai III Balai Kota yang dibuka Wakil Wali Kota, Allex Saputra.
“Kota Padang Panjang saat ini menempati peringkat 10 se-Sumatera dan peringkat ke-2 di Sumatera Barat dalam hal pengelolaan bansos nontunai. Ini menunjukkan komitmen dan sinergi yang baik antarpihak,” katanya.
Diungkapkannya, BI sebagai bank sentral turut berperan aktif dalam pengendalian dan pemantauan distribusi bansos nontunai, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penerima.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa para KPM memahami mekanisme pencairan dana, agar bantuan diterima dengan efisien, aman, dan optimal,” tambah Dandy.
Pihaknya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh pihak terkait dalam proses penyaluran bansos, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Padang Panjang.
Sementara Wawako Allex Saputra menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pemanfaatan dana bansos secara tepat guna dan tepat sasaran.