Teks Foto : Dosen D3 Keperawatan UNP, Dr. Ns. Linda Marni Spd. Skep, MM Kes melakukan sosialisasi bahaya Tuberkulosis (TB) di Korong Teluk Belibis, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Aluang Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (28/8).
PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Dosen Diploma Tiga atau D3 Keperawatan Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Negeri Padang( UNP) melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Korong Teluk Belibis, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Aluang Kabupaten Padang Pariaman akan bahaya Tuberkulosis (TB), Kamis (28/8).
Dosen D3 Keperawatan UNP, Dr. Ns. Linda Marni Spd. Skep, MM Kes menyampaikan sosialisasi ini penting dilakukan seiring ditemukannya enam kasus baru Tuberkulosis (TB) yang menyerang warga di daerah itu, dengan turun langsung ke rumah-rumah warga terutama pada warga yang salah satu anggota keluarganya terjangkit Tuberkulosis.
“Hari ini kita kerja sama lintas sektoral Wali Nagari, petugas Puskesmas Lubuk Alung turun langsung ke lapangan. Karena dari datanya ditemukan ada beberapa warga didaerah ini positif Tuberkulosis. Kita hadir memberikan sosialisasi, pemahaman kepada keluarga pasien, agar kasus tersebut tidak memindah,” terang Dosen D3 Keperawatan UNP, Dr. Ns. Linda Marni Spd. Skep, MM Kes.
Di lapangan, Kata Linda petugas menemukan bahwa penularan Tuberkulosis atau TB bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti pencahayaan, sirkulasi dan sanitasi yang kurang. Sehingga pihaknya bersama petugas Puskesmas Lubuk Alung langsung melakukan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang bagaimana cara mengantisipasi penularan Tuberkulosis (TB), diantaranya dengan berolahraga, memberikan pencahayaan masuk kedalam rumah, makanan yang sehat dan tidak merokok.
Selain itu, perihal penularan Tuberkulosis (TB), lanjut Linda Marni, sama halnya dengan penyakit lainnya yakni mudah menyebar kepada orang lain yang kontak dengan pasien, salah satunya melalui percikan air liur.
“Jika dalam satu keluarga ada yang menderita TB, tidak tertutup kemungkinan satu keluarga bisa tertular dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan penderita TB ini menyerang semua kalangan, terutama usia lansia dan anak-anak,” sebut Linda Marni.
Untuk memutus mata rantai penularan TB, sambung Linda Marni, dibutuhkan kerjasama semua pihak, tidak hanya petugas kesehatan, namun semua masyarakat. Termasuk juga pihak kenagarian bersama-sama mendata warga yang berpotensi terjangkit TB untuk mendapatkan perawatan, di samping juga pola hidup sehat terus digalakkan.
Diharapkan, dengan gencarnya upaya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat yang terjangkit TB tidak terputus melakukan pengobatan, hingga dinyatakan benar-benar sembuh dari TB.
Pasalnya jika pengobatan penyakit Tuberkulosis (TB) terputus pengobatannya akan sulit disembuhkan, bahkan selain bertambah para juga berpotensi akan memindah ke orang lain, terutama keluarga terdekat.
Hal senada juga diungkapkan, Dina Nia Siswati l, SKm, Sanitrian Puskemas Lubuk Alung, menyebutkan bahwa penularan Tuberkulosis juga disebabkan sirkulasi udara, kebersihan lingkungan, jendela tidak terbuka.
“Artinya penularan Tuberkulosis faktor personal dan lingkungan,” ujar Dina.
Sementara itu, Penanggungjawab TB Puskesmas Lubuk, Rizka Nofriyanti S. Kep, menyebut bahwa terhitung sejak Januari hingga Agustus 2025, ditemukan 66 kasus didaerah itu.
Jumlah itu sedikit menurun jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu tercatat ada sekitar 124 kasus TB ditemukan di Lubuk Alung dengan 4 orang pasiennya meninggal dunia.
“Tahun 2025 ini kita temukan 66 kasus TB di Lubuk Alung terhitung dari Januari hingga Agustus 2025. Artinya jumlah ini akan bisa bertambah hingga akhir tahun nanti,” jelasnya.
Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Padang Pariaman, tercatat dari Januari hingga Agustus 2025 ini sudah ada sekitar 925 kasus baru TB dewasa dan TB anak.
“Terhitung Januari-Agustus ini baru terdata sekitar 925 kasus TB di Padang Pariaman, Jumlah ini tersebar di 17 kecamatan,” ungkap Efriyeni PLT Kadis Kesehatan Padang Pariaman. (h/ahr)