PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia (RI) menggelar sosialisasi perlindungan hak kekayaan intelektual berbasis kebudayaan bagi seniman dan budayawan Sumatera Barat (Sumbar) di Auditorium RRI Padang, Rabu (27/8).
Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menambah wawasan tentang hak kekayaan intelektual dan penguatan ekosistem budaya di Sumbar. “Melalui kegiatan ini kita harapkan segenap pemangku kepentingan memberikan perhatian dan penguatan ekosistem serta mendorong terciptanya perlindungan, pemanfaatan hak kekayaan intelektual dan ekonomi berbasis budaya di Sumbar,” ujar Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenbud RI, Yayuk Sri Budi Rahayu.
Lebih jauh dikatakan Yayuk, kalau pencatatan hak kekayaan intelektual ini sangat penting. Hal itu bertujuan untuk pelestarian yang berkelanjutan. Kekayaan intelektual berbasis budaya katanya, bukan sebatas ide saja, tetapi sebagai cerminan identitas dan kearifan lokal.
“Untuk pencatatan itu tugasnya Kementerian Hukum. Sedangkan Kementrian Kebudayaan lebih ke penetapan warisan budaya. Walaupun kelihatannya berbeda, namun pada dasarnya sama. Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Hukum melakukan sinkronisasi data agar penetapan dan pencatatan kekayaan intelektual ini selaras,”ujarnya.
Dengan adanya pencatatan hak kekayaan intelektual ini akan memberikan perlindungan bagi penciptanya. “Jadi ketika terjadi klaim, bisa dilihat pencatatan tersebut. Kita bisa mengetahuinya dengan pasti. Tentunya itu akan memberikan perlindungan. Adanya klaim-klaim itu merupakan warning bagi kita pentingnya pencatatan. Dengan adanya pencatatan hak kekayaan intelektual tersebut kita bisa memberitahukan dunia akan kekayaan intelektual kita, ” ujarnya.
Yayuk juga mengatakan bahwa potensi hak kekayaan intelektual di Sumbar sangatlah besar. Hal itulah yang menjadikan alasan pihaknya memulai kegiatan sosialisasi pada tahun ini dari Sumbar.
“Menurut dari Kadis Kebudayaan ada sekitar seratusan (HKI), namun saya yakin lebih dari itu potensi yang ada. Makanya kami memulai kegiatan kami pada tahun ini dari sini. Ayo melek hak kekayaan intelektual dan kebudayaan yang banyak ini kita lestarikan,” katanya.