PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kota Padang tengah bergerilya dalam ajang pemilihan Piala Adipura 2025. Upaya tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, masyarakat, dan unit usaha yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
Guru Besar Universitas Gunadarma, Prof. Isril Berd, menegaskan kolaborasi multipihak mutlak dilakukan agar Padang mampu mengangkat trofi bergengsi di bidang kebersihan lingkungan tersebut.
“Pemerintah jangan mengabaikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Masalah banjir jangan didiamkan saja karena bersih-bersih saja tidak cukup. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu bagaimana caranya agar hal tersebut tercapai. Namun jangan semata-mata hanya karena Piala Adipura. Saya berharap Pemerintah Kota Padang memang serius dan betul-betul memperjuangkan Padang sebagai kota zero waste,” katanya Kepada Haluan, Rabu (27/8) kemarin.
Saat ini, sambungnya, Kota Padang baru mengantongi nilai 66,25 poin. Sedangkan untuk memenangkan Piala Adipura, setidaknya harus mengumpulkan 75 poin. Menurut Isril, celah poin itu bisa dikejar jika kota tidak hanya mengandalkan program kebersihan, tetapi juga memperkuat aspek lain seperti RTH dan pengendalian banjir.
Selain itu, masalah sampah juga menjadi sorotan utama. Ia mencatat, volume sampah di Padang mencapai 650 hingga 750 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 persen yang dapat dipilah dan didaur ulang, sementara sisanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin.
“Di TPA Air Dingin, apakah sampah ini akan dibiarkan menumpuk? Jika iya, ini akan menjadi sumber penyakit, mencemari lingkungan, bahkan memicu perkembangan virus. Itu masalah besar yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.