Bangun Jembatan Baru, Kawasan Dadok Tunggul Hitam Padang Terbebas dari Langganan Banjir

Warga Dadok Tunggul Hitam Senang, Daerahnya Tidak Jadi Langganan Banjir Lagi

HARIANHALUAN.id – Warga Dadok Tunggul Hitam, khususnya di sekitar Jembatan Sungai Aie Sirah, merasa senang dan tenang. Pasalnya, daerah tempat tinggal mereka yang dulunya sering menjadi langganan banjir, ke depan tidak lagi begitu.

Kekhawatiran warga sekitar mulai sirna setelah Pemko Padang melakukan pembangunan jembatan Sungai Aie Sirah. Jembatan itu diprediksi selesai pada akhir tahun 2022 ini.

“Selama ini terjadi penyempitan di dekat jembatan lama, sehingga terjadi banjir yang berdampak kepada warga kita. Tentunya kita merasa senang dengan dibangunnya jembatan baru ini,” ungkap Ketua LPMK Dadok Tunggul Hitam, Novrizal, kemarin.

Selama ini, ratusan lebih warga memang sering terdampak banjir. Terutama warga di lima RW, seperti di RW 10, 11, 12, 13, dan 14. Saat musim penghujan, warga akan terus merasa was-was jika hujan turun cukup deras.

“Alhamdulilah, akhirnya apa yang kami harapkan selama ini dapat dikabulkan oleh pemerintah kota,” sebut Dodi, warga setempat.

Jembatan Sungai Aie Sirah memang terbilang sempit. Tidak saja menyulitkan warga yang lewat, akan tetapi ketika hujan datang, debit sungai akan meluap. Sehingga menyebar ke area pemukiman penduduk.

Pemko Padang mengganti jembatan tersebut dengan yang baru. Jembatan baru dengan panjang 25 meter dan lebar 4,5 meter. Jembatan ini dibangun dengan biaya APBD sebesar Rp3,2 miliar lebih.

Pemancangan tiang pembangunan jembatan dilakukan Rabu (7/9/2022). Pemancangan tiang dilakukan Wali Kota Padang Hendri Septa. Disaksikan warga setempat, Hendri Septa berharap jembatan baru akan dapat menjawab kekhawatiran warga selama ini.

“Ini semua merupakan jawaban atas kekhawatiran warga selama ini. Kita berharap setelah ini tidak lagi terjadi banjir di sini,” kata Hendri Septa.

Hendri Septa mengatakan, kehadiran jembatan baru tidak saja mengatasi banjir. Akan tetapi juga memudahkan warga dalam beraktifitas sehari-hari.

“Tentunya ini menjadi tugas pemerintah, memberikan kemudahan bagi warga,” ucap Hendri Septa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Padang Tri Hadiyanto mengatakan, penyebab terjadinya banjir di kawasan itu selama ini karena terjadinya penyempitan di jembatan lama. Jembatan yang kecil sehingga membuat air memecah dan meluap.

“Karena itu kita ganti jembatan dengan yang baru. Di estimasi jembatan ini selesai pada Desember nanti,” terangnya. (*)

Exit mobile version