Setelah sesi materi, dilakukan diskusi interaktif untuk menggali pengalaman peserta dalam mengelola diabetes dan persepsi mereka terhadap makanan fungsional. Kemudian, peserta menyaksikan contoh produk olahan pangan fungsional sederhana, antara lain pembuatan bubur labu kuning dan cookies labu kuning. Pangan local Labu kuning ketersediaannya cukup banyak di Kecamatan Pariangan.
Peserta menunjukkan antusiasme terhadap informasi mengenai bahan pangan lokal yang bermanfaat bagi penderita diabetes yang terlihat dari media yang menggunakan gambar dan contoh produk konkret. Peserta juga mendapatkan leaflet edukatif yang berisi ringkasan materi dan resep olahan pangan fungsional untuk penderita diabetes.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pangan fungsional memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan diabetes berbasis masyarakat. Sebagai tindak lanjut, beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain: pengembangan modul edukasi bergambar untuk mendukung penyuluhan berkelanjutan, pelatihan kader kesehatan sebagai agen edukasi di tingkat desa, dan kolaborasi dengan kelompok tani atau UMKM pangan lokal untuk memperluas akses bahan fungsional. (*)