PADANG, HARIANALUAN.id–Hanya 27 persen aset Indonesia yang dikuasai oleh masyarakat banyak, sisanya 73 persen dikuasai segelintir orang atau oligarki.
Hal itu terungkap dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Provinsi Sumatera Barat Periode 2025 – 2030 di Auditorium Istana Gubernuran Sumbar, Selasa (25/2).
Pada kesempatan itu juga dilantik empat pengurus cabang P2N seperti Kota Padang, Pasaman Barat, Tanah Daftar dan Kota Bukittinggi.
Setelah pelantikan juga digelar seminar nasional dengan tema Peluang dan Tantangan Pekerja Migran Indonesia dari Sumbar.
Ketua Umum P2N Pusat, H. Alven Stony usai acara pelantikan tersebut mengatakan, melalui organisasi P2N berupaya maksimal bagaimana meningkatkan kemampuan masyarakat banyak untuk bisa menguasai aset negara lebih banyak lagi dan bermanfaat juga untuk masyarakat banyak. Dari pada nanti, aset tersebut dikuasai segelintir orang yang bermanfaat untuk kelompok mereka saja.
Disebutkannya, P2N diisi oleh orang-orang gabungan pengusaha dan profesional yang mampu memberikan kontribusi besar mengerakan roda perekonomian dari daerah hingga nasional.
“Kelemahan pengusaha kita adalah kurangnya kerja sama, sehingga agak lambat dalam perkembangannya. Melalui organisasi P2N ini, maka akan semakin bisa membuka peluang kerjasama tersebut,”kata H. Alven Stony.
Lalu, Ketua P2N Sumbar yang baru dilantik, H. Tafyani Kasim mengatakan, P2N Sumbar hadir akan membantu menciptakan lapangan kerja di Sumbar dalam dan peluang kerja ke luar negeri.
Lalu, program P2N Sumbar bakal mengintegrasikan program pusat dengan daerah.
“P2N ini diisi dari berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi, profesional dan UMKM.Kami mengajak semua pengurus yang telah dilantik bekerja maksimal sesuai dengan kompetensi masing – masing,”ulas Tafyani Kasim.
Pada tempat yang sama Ketua PW NU Sumbar, Prof.Ganefri mengatakan, berdasarkan hasil survey yang dipercaya jumlah warga Nahdiyin di Indonesia sebanyak 150 juta orang atau 56,9 persen dari jumlah penduduk lndonesia.
Selanjutnya, didalam kabinet merah putih Prabowo terdapat sebanyak 15 menteri dari warga Nahdiyin. Artinya, P2N memiliki kekuatan besar untuk membangun dan mengerakan perekonomian terutama di Sumbar.
“Kami akan bisa mendatangkan 15 menteri itu secara bertahap ke Sumbar untuk membangun Sumbar dan mengerakan perekonomian daerah ini,” jelas Ganefri.
Lalu, kegiatan itu dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Nizam Ul Muluk.
Dia mengapresiasi kehadiran P2N Sumbar dan diyakini bisa membuka lapangan pekerjaan. Apalagi di Sumbar saat ini mencapai angka 178 ribu orang atau 5,75 persen.
“Kita berharap terjadi pengurangan pengangguran di Sumbar dengan hadirnya P2N Sumbar tersebut. Sebab, diyakini bisa membuka lapangan pekerjaan dalam dan ke luar negeri,”imbuhnya. (h/ita)