TEHERAN, HARIANHALUAN.ID — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melaporkan keberhasilan mereka dalam menyerang 14 lokasi strategis milik Israel di wilayah pendudukan, dalam serangan yang berlangsung dari Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang ke-18 “Operasi True Promise III”, yang diklaim sebagai salah satu operasi rudal dan drone paling canggih yang pernah dilakukan.
Brigadir Jenderal Ali-Mohammad Naini, juru bicara IRGC, menyampaikan bahwa operasi ini telah mengganggu stabilitas kekuatan militer Israel secara signifikan. Ia menambahkan bahwa serangan berkelanjutan akan memperlemah kemampuan pertahanan udara Israel secara drastis.
“Dalam operasi ini kami menggunakan rudal jarak jauh Qadr dan sejumlah besar drone kamikaze untuk menyerang fasilitas penting di Tel Aviv dan Haifa,” ungkap Naini dalam keterangan resmi yang dikutip dari Tehran Times.
Salah satu sasaran utama, Menara Sail di pusat Haifa, yang disebut menampung laboratorium militer dan fasilitas perangkat lunak strategis milik Israelmengalami kerusakan berat akibat hantaman langsung. Beberapa bagian bangunan yang berperan dalam pengembangan teknologi militer Israel dilaporkan runtuh.
Sasaran lainnya termasuk Pembangkit Listrik Hadera, Kilang Minyak Haifa, Pangkalan Udara Uda yang berfungsi sebagai markas siber, kawasan industri semikonduktor Kiryat Gat, dan pusat pengembangan rudal Rafael.