TEHERAN, HARIANHALUAN.ID– Serangan udara yang dilancarkan Israel sebagai respons atas ketegangan terbaru di Timur Tengah telah menewaskan sedikitnya 430 warga Iran dan melukai lebih dari 3.500 orang, menurut data dari Kementerian Kesehatan Iran.
Di pihak Israel, pemerintah melaporkan 25 korban jiwa serta lebih dari 2.500 orang luka-luka akibat serangan balasan dari Teheran.
Ketegangan meningkat tajam setelah Amerika Serikat membombardir tiga situs nuklir utama Iran pada Sabtu malam. Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah lebih dulu mengadakan pertemuan darurat dengan tim keamanan nasionalnya di Situation Room Gedung Putih, sesaat sebelum operasi militer dilakukan.
Serangan itu disebut Trump sebagai operasi militer yang “sangat berhasil”. Melalui pernyataan publik, ia menyampaikan pujian kepada militer AS dan menekankan bahwa “tidak ada militer lain di dunia yang mampu melakukan ini”. Trump juga menyerukan agar momentum ini dijadikan awal menuju perdamaian.
Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengumumkan bahwa Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato khusus kepada rakyat Amerika pada pukul 10.00 Waktu Bagian Timur.
Pidato ini diharapkan memberikan penjelasan langsung tentang keputusan strategis AS dan arah kebijakan selanjutnya terhadap Iran.
Sumber anonim dari pemerintah Israel mengatakan kepada media Axios bahwa Tel Aviv telah diberi tahu lebih dulu mengenai rencana serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan. Hal ini mengisyaratkan adanya koordinasi erat antara kedua sekutu tersebut.