Asal Cerai! Seolah-Olah Sudah Menjadi Tradisi

Bercerai

HARIANHALUAN.ID – Dengan mudah, ia berkata berpisah. Dengan sederhana, ia menceraikan pasangannya. Tanpa pikiran yang matang, mereka saling melambaikan tangan. Seolah tanpa luka, seolah tanpa sakit hati dan seolah, perpisahan dianggap biasa saja.

“Apakah perpisahan dan perceraian sudah menjadi tradisi di zaman segala mabuk ini? Sehingga, berpisah dianggap sebagai sesuatu yang paling biasa”, Rafin, warga Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), yang rumah tangga hancur karena istrinya berselingkuh itu berkata lirih pada Taufiq dari Haluan, Jumat (17/6/2022) siang.

“Mabuk tahta, mabuk pitih, mabuk cinta…Ya, semabuk-mabuk dunia, kita tetap sadar bahwa keluarga adalah yang paling utama. Bahwa, keluarga adalah puisi yang paling indah dalam lirik kehidupan kita,” ujar Jumadi, seorang dosen di Padang, Jumat (17/6/2022).

“Adalah sebuah fakta. Ini kisah luka. Kisah seorang istri yang merana. Merana sejak menikah sampai cerai itu terjadi juga. Seorang istri yang berlaki pada seorang lelaki yang hidupnya tak bisa dilepaskan dari wanita. Padahal, lelaki itu adalah lelaki paling sopan dalam penampilan,” ujar Nardi warga Lubuk Buaya, Padang, membuka cerita pada Haluan, Jumat (17/6/2022).

“Padahal ia paling taat dalam kehidupan. Paling, seolah-olah elok dalam laku. Tahukah kita, bahwa sang istri sejak berumah tangga hingga kini kurus sudah oleh harapan-harapan yang ia pupuk terus menerus. Lakinya menciptakan mimpi bohong, istrinya menunggu harapan yang tak pernah ada,” ujar Nardi berkisah. (*)

Baca Selengkapnya Di Koran Harian Umum Haluan Edisi Minggu 19 Juni 2022 atau Koran Digital Haluan di My.edisi Klik: www.harianhaluan.id

Exit mobile version