PADANG, HARIANHALUAN.ID— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan bahwa tidak ada warga asal Sumbar yang ikut dalam gelombang evakuasi WNI dari Iran akibat konflik Iran-Israel.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Badan Penghubung Setdaprov Sumbar, Aschari Cahyaditama, usai menerima daftar resmi nama-nama WNI dari Kementerian Luar Negeri.
“Daftar nama WNI yang akan dipulangkan dari Iran sudah kami terima dan verifikasi. Tidak ada satu pun yang berasal dari Sumbar,” ujar Aschari kepada Haluan, Senin (23/6).
Berdasarkan data tersebut, 77 WNI telah dijadwalkan untuk dipulangkan, dengan mayoritas berasal dari provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Beberapa lainnya berasal dari Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, hingga Sulawesi Barat.
Evakuasi dilakukan oleh KBRI Baku di Azerbaijan dan KBRI Muskat di Oman sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap WNI di wilayah konflik. Hingga saat ini, Pemprov Sumbar masih menunggu informasi tambahan dari Kemlu bila sewaktu-waktu ada pembaruan data.
Meski Sumbar tidak termasuk dalam daftar WNI yang dievakuasi, Aschari menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga dan menjalin komunikasi aktif dengan Kemlu demi memastikan keselamatan warganya di luar negeri.
“Kami tetap pantau dan siap berkoordinasi jika sewaktu-waktu ada pembaruan,” tegasnya. (*)