Setelah itu komunikasi terus berjalan intensif. Sampai akhirnya awal 2025 Pemerintah Provinsi Yunnan secara resmi mengirim surat undangan kepada Gubernur Sumbar berkaitan dengan dua kegiatan yang akan diadakan bulan Juni 2025. Pertama, menghadiri dan mengikuti Pameran China–Asia Selatan (CSEA) ke-9 dan Pemeran Impor-Ekspor China Kunming ke-29. Kedua, menawarkan kerja sama provinsi bersaudara antara Yunnan dengan Sumbar. Hal kedua ini langsung disertai draft LOI (Letter of Intent—Pernyataan Kehendak) dari Pemerintah Provinsi Yunnan.
Tawaran dan konsep kerja sama ini, menurut Kepala Biro Pemerintahan Setda Sumbar, Ezeddin Zain, ditindaklanjuti dengan komunikasi lebih intensif antara kedua pihak dengan melibatkan Kedutaan Besar China di Jakarta dan Konsulat Jenderal di Medan, serta Kementerian Luar Negeri RI serta KBRI Beijing. “Karena rencana, target dan bentuk kerja samanya jelas, menguntungkan kedua pihak. Alhamdulillah rencana Pemprov Sumbar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kemendagri, Kemenlu dan Sekretariat Negara,” kata Ezeddin.
Bersamaan dengan aktivis di Rumah Bagonjong, Haneco juga menghubungi berbagai pihak untuk berpartisipasi mendukung dan mendorong kerja sama ini. Ia melobi kakak kelasnya di SMA Negeri 1 Padang tahun 1970-an, yaitu Gamawan Fauzi, Gubernur Sumbar (2005–2009) dan Mendagri (2009–2014), dan Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman serta Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang, Prof. Raudha Thaib, Ketua Majelis Kelitbangan Sumatera Barat yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan, Prof. Musliar Kasim, tokoh Muhammadiyah Shofwan Karim, dan juga penulis ini—kami memang sahabat sejak lama. Sekadar catatan, selain pengusaha kawakan, Haneco adalah juga seorang aktivis sosial dan budaya, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, organisasi di balik pembangunan gedung baru SMA Negeri 1 Padang di kawasan Belanti, Padang Utara, pengganti gedung lama bersejarah yang terdampak gempa 2009 di Jalan Sudirman.
Singkat cerita, terbentuklah satu delegasi Sumatera Barat yang unik. Rombongan pertama gubernur dan istri serta pejabat pemda dengan kegiatan resmi sesuai undangan Provinsi Yunnan selama tiga hari (18–21 Juni). Kedua, rombongan gado-gado yang bermaksud menyertai dan mendorong program Gubernur dan Pemprov Sumbar dengan tambahan program khusus “Melawat ke Yunnan” untuk memahami lebih mendalam perkembangan serta kemajuan provinsi yang terkenal sebagai provinsi pertanian dan penghasil lebih 70 persen bunga potong di Tiongkok.
Dalam rangka memenuhi jemputan (undangan) dari dunsanak di utara itulah rombongan dengan misi saling melengkapi ini berkunjung ke Yunnan. Kami bertolak dengan penerbangan langsung yang sama dari Kuala Lumpur, dan mendarat Kunming pada petang hari menjelang malam sebagaimana digambarkan di awal tulisan ini.
Setelah menyelesaikan urusan bagasi dan keimigrasian, rombongan dengan bus yang disediakan Pemerintah Yunnan bertolak dari Bandara Changsui ke Wyndham Grand Plaza Royale Colorful Yunnan, sebuah hotel bintang lima terletak di pusat Kota Kunming, sekitar 30 menit perjalanan dari bandara. Gubernur Mahyeldi dan Sekda Arry Yuswandi sudah berangkat lebih dulu dengan kendaraan khusus karena harus menghadiri welcome dinner bersama para pejabat tinggi dan gubernur dari berbagai negara yang hadir di Yunnan. (*)