JABAR, HARUANHALUAN.ID — Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi berakhir di Cikarang, Sabtu (30/8/2025). Forum penting ini menjadi momentum bersejarah bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia, terutama setelah dukungan solid dari PWI Sumatera Barat (Sumbar) yang dipimpin Widya Nafies sukses memperkuat gerakan “Sumatra Bersatu”.
Dalam pemilihan yang digelar secara demokratis dan transparan, Ahmad Munir—yang akrab disapa Cak Munir—berhasil meraih suara terbanyak dan resmi terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode mendatang. Hasil ini disambut hangat oleh seluruh peserta kongres, termasuk kontingen PWI dari Sumatera. “KLB sudah selesai, Cak Ahmad Munir meraih suara terbanyak. Hari ini menjadi hari bersejarah untuk menyatukan PWI,” ujar Widya Nafies usai pengumuman hasil pemilihan.
Dukungan konsisten dan strategi lobi yang solid dari PWI Sumbar dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam menguatkan suara blok Sumatra. Gerakan “Sumatra Bersatu” yang dipimpin Widya Nafies berhasil mengonsolidasikan kekuatan regional dan mengantarkan Munir meraih kepercayaan mayoritas peserta KLB.
Pengurus PWI Sumbar yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas LKBN Antara, Adrian Tuswandi, menilai bahwa hasil KLB ini bukan sekadar kemenangan personal, melainkan kemenangan bersama seluruh wartawan PWI di Indonesia. “Kita adalah satu PWI. Mari jadikan PWI sebagai sokoguru profesi jurnalis di Indonesia. Selamat mengemban amanah kepada Cak Munir dan Bang Atal sebagai DK PWI Pusat terpilih,” ucap Adrian penuh semangat.
Selain memilih Ketua Umum PWI, KLB ini juga menetapkan Atal Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat. Keputusan ini diharapkan menjadi tonggak pembaruan yang memperkuat integritas dan marwah organisasi, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap PWI sebagai wadah profesional jurnalis.
Kepemimpinan baru Ahmad Munir dan Atal Depari diharapkan membawa angin segar bagi PWI di seluruh daerah Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, pengurus pusat dan daerah diharapkan dapat membangun sinergi dalam penguatan kompetensi, advokasi, dan perlindungan wartawan di tengah dinamika industri media yang kian menantang.
Widya Nafies menyampaikan harapannya agar momentum kebangkitan PWI ini menjadi awal dari penguatan organisasi secara nasional. Menurutnya, dukungan lintas daerah, khususnya dari blok Sumatra, membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam membangun PWI yang solid dan berwibawa.
Dengan berakhirnya KLB 2025 ini, tongkat estafet kepemimpinan resmi berada di tangan pengurus baru. Harapan besar kini tertumpu pada kemampuan Ahmad Munir dan jajaran untuk membawa PWI menjadi organisasi modern, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus tetap setia pada cita-cita awalnya: menjadi penjaga marwah jurnalisme di Tanah Air. (h/rel)