HARIANHALUAN.ID — PT Semen Padang terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan perusahaan. Tidak hanya melalui pendidikan dan bantuan, melainkan juga pelatihan.
Baru-baru ini melalui program CSR, PT Semen Padang telah memfasilitasi 32 orang masyarakat di lingkungan perusahaan untuk mengikuti pelatihan welder (juru las) dan sertifikasi.
Plt Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, R Trisandi Hendrawan mengatakan, pelatihan welder itu merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Semen Padang dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Bina Lavotas) Kementerian Ketenagakerjaan, pada 13 Desember 2021.
MoU dilakukan untuk bidang pelatihan berbasis kompetensi terhadap karyawan, pekerja outsourcing, dan masyarakat lingkungan PT Semen Padang dalam rangka pengembangan kejuruan dan program pelatihan vokasi, yang sesuai dengan kebutuhan industri atau link and match dengan tujuan meningkatkan kompetensi kualitas sumber daya manusia melalui vokasi dan sertifikasi.
“MoU ini berlaku untuk jangka waktu tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Untuk fasilitas pelatihan dan sertifikasinya, bisa memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kementerian Tenaga kerja yang ada di Indonesia,” kata R. Trisandi di Padang, Rabu (29/6/2022).
Kepala Unit CSR PT Semen Padang melalui Kepala Seksi Program Kemitraan CSR Semen Padang, Satrio Rian Bhakti mengatakan, bekerja sama dengan BPVP Padang, pelatihan itu telah berjalan selama dua gelombang dengan masa pelatihan untuk satu gelombang selama tujuh hari.
Pelatihan dan sertifikasi itu terdiri dari enam hari praktek dan satu hari untuk ujian sertifikasi yang langsung diberikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan upgrade skill. Karena pada umumnya, peserta pelatihan sudah mempunyai kemampuan las.
“Memang mereka punya skill, namun belum memiliki sertifikasi. Makanya, kami fasilitasi mereka untuk mendapatkan sertifikasi. Pelatihan dan sertifikasi ini telah kami lakukan pada Februari lalu sebanyak dua gelombang,” kata Satrio.
Menurut Satrio, dengan adanya sertifikasi ini, maka peluang kerja bagi masyarakat lingkungan akan semakin terbuka.
“Kemana pun mereka akan melamar pekerjaan, tentu ada peluang. Apalagi sertifikasi yang mereka dapat dari BSN,” ujarnya.
Satrio juga menyampaikan dalam waktu dekat ini, CSR Semen Padang akan kembali membuka pelatihan dan sertifikasi untuk masyarakat lingkungan. Untuk jadwalnya, masih dikoordinasikan dengan BPVP Padang.
“Untuk gelombang III nanti, pelatihannya bukan welder, tapi bidang lain. Bisa jadi untuk instrumen listrik atau mekanikal. Ini yang sedang kami koordinasikan dengan BPVP Padang,” tuturnya.
Bagi Semen Padang, pelatihan dan sertifikasi ini juga akan dapat menguntungkan perusahaan, terutama ketika pabrik dalam kondisi overhaul. Pasalnya, mereka yang telah disertifikasi akan dimanfaatkan jasanya oleh perusahaan, untuk pengerjaan overhaul ataupun pengerjaan rutin lainnya di lingkungan Semen Padang.
“Tidak hanya bagi Semen Padang, industri lain mungkin juga membutuhkan jasanya. Karena mereka sudah disertifikasi dan tentunya mereka bisa dipercaya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya,” ujar Satrio. (*)