Bupati Eka Putra Berkoordinasi dengan BNPT dan Kepolisian Terkait Jaringan NII

Bupati Tanah Datar, Eka Putra

Bupati Tanah Datar, Eka Putra

HALUANNEWS, TANAH DATAR – Bupati Tanah Datar, Eka Putra sangat meragukan dengan adanya ratusan masyarakat di daerahnya terpapar radikalisme dan masuk ke dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

Menurut Eka, Kabupaten Tanah Datar adalah daerah pejuang dan terbukti begitu banyak tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari Tanah Datar.

“Tapi kalau ada orang luar yang datang ke Tanah Datar, lalu menyebarkan ajaran radikal itu mungkin,” kata Bupati Eka Putra, Kamis (14/4/2022).

Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kepolisian, untuk menindaklanjuti adanya pemberitaan yang menyebutkan adanya ratusan orang anggota jaringan terorisme NII di wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Dalam koordinasi yang dilakukan, pihaknya akan mempelajari apa-apa saja kriteria yang disebut terpapar ajaran radikal dan termasuk dalam jaringan teroris.

Hal ini akan menjadi dasar bagi Pemkab Tanah Datar dalam mengambil kebijakan dan melakukan pengawasan kepada masyarakat.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga akan meminta petunjuk kepada BNPT kiat-kiat menelusuri adanya jaringan terorisme, sehingga bisa diteruskan kepada pemerintahan nagari dan jorong di wilayahnya.

“Pemerintahan nagari dan jorong adalah garda terdepan kita di tengah masyarakat. Mereka harus diberi wawasan untuk menangkal adanya upaya penyebaran ajaran radikal di tengah masyarakat,” tutur Eka Putra.

Diketahui, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ada 1.125 anggota NII itu tersebar di dua kabupaten di Sumbar. Sebanyak 833 orang ada di Kabupaten Dharmasraya, sementara 292 anggota lainnya berada di Kabupaten Tanah Datar.

“Dengan anggota mencapai 1.125 anggota, di mana sekitar 400 orang di antaranya merupakan personel aktif. Dan selebihnya nonaktif atau sudah berbaiat, namun sewaktu-waktu bisa diaktifkan kembali apabila perlu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (12/4) lalu. (*)

Exit mobile version