Pelaku Penganiayaan Siram Polisi Pakai Bensin dan Dikeroyok

SATU KELUARGA MENYERAHKAN DIRI

Pelaku penyiraman bensin

R dan tiga kakaknya menyerang petugas Polsek Luki saat ingin diamankan. IST

HALUANNEWS, PADANG – Personel Polsek Lubuk Kilangan (Luki) disiram bensin dan dikeroyok oleh keluarga pelaku penganiayaan di kawasan Batu gadang, Kecamatan Luki, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (19/4/2022) malam.

Dua petugas yang mengalami luka-luka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan lima pelaku pengeroyokan dan penyiraman bensin telah menyerahkan diri pada Rabu (20/4/2022) dan kini telah diamankan di Polsek Luki.

Informasi yang dihimpun Harianhaluan.id menyebutkan, kejadian ini berawal korban berinisial F (16), warga Batu Gadang bersama orang tuanya melaporkan kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh R (16) ke Polsek Luki.

Setelah mendapat laporan, tim opsnal beserta personel reksrim sebanyak empat orang yang dikomandoi dantim buser Aipda Andres Pranata mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah pelaku.

Ketika polisi datang ke rumah pelapor ingin mengamankan dan meminta keterangan, ternyata keluarga pelaku menyebutkan R tidak berada di rumah. Personel tidak menyerah dan membujuk orang tua untuk menghadirkannya, namun orang tua pelapor tidak mendengarkan penjelasan polisidan mengatakan anaknya tidak bersalah dan harus ditangani oleh RT dan RW setempat.

Terjadi cekcok antara pihak keluarga pelaku dengan polisi, tiba-tiba salah satu keluarga pelaku dari belakang menyiramkan bensin jenis pertalite yang ada di dalam botol aqua ke petugas kepolisian sambil mengucapkan bakar, bakar, bakar, bakar.

Personel yang terkena siram bensin itu, Aipda Andres Pranata dari rambutnya sampai ke dadanya, sehingga rekannya berusaha menyelamatkan karena takut dibakar oleh keluarga pelaku.

Tak tahunya, muncul pelaku dari dalam rumah membawa satu botol bensin sambil mengejar petugas. Demi keselamatan personel, Andres pranata meminta bantuan ke Polsek Luki. Beberapa menit, mobil patroli dengan berpakaian dinas lengkap tiba di lokasi dan berusaha mengamankan pelaku. Saat itu juga, petugas diserang oleh keluarga pelaku dengan cara mengeroyok.

Kondisi yang tidak memungkinkan, personel Polsek Luki balik kanan dan menyampaikan kepada pimpinan, Kapolsek Kompol Lija Nesmon. Keesokan harinya, Kapolsek secara persuasif membujuk semua keluarga pengeroyokan dan penyiraman bensin agar menyerahkan diri ke Polsek Luki. Akhirnya, sebanyak lima pelaku (satu keluarga) datang menyerahkan diri.

Lija Nesmon menjelaskan, personel yang mengalami memar dibagian pundak dan ada juga yang terkena benda dibagian kepala, karena mendapatkan penolakan dari keluarga pelaku.

“Ini perbuatan tidak manusiawi, karena anggota saya mau dibakar dengan menggunakan bensin yang telah disiapkan, ditambah dikeroyok oleh satu keluarga,” ujar Lija.

Akibat kejadian itu, kata Kapolsek, anggota dibawa ke RS Bhayangkara dan membuat laporan pengeroyokan yang dilakukan oleh keluarga pelaku penganiayaan itu. “Kami telah amankan R dan tiga kakaknya, serta satu ayahnya. Kini kasusnya masih dalam penyidikan,” ucapnya. (*)

Exit mobile version