Sekda Sijunjung Zefnihan Rengkuh Gelar Doktor Bidang Ekonomi

Sekda Kabupaten Sijunjung Dr. Zefnihan AP, M.Si.

SIJUNJUNG, HALUAN — Ekspresi wajah Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Sijunjung Dr. Zefnihan AP, M.Si didampingi oleh sang istri dr.Erly Widayani Sp.A, M.Biomed tampak begitu bahagia usai mengikuti wisuda sarjana Magister dan Doktor Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (14/12) yang digelar secara virtual.

Zefnihan AP,M.Si  berhasil meraih gelar Doktor (S3) Bidang Kajian Lingkungan dan Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) dengan disertasinya yang berjudul ” Pengembangan Pariwisata Berbasis komunitas di kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan” dan dinyatakan lulus dan berhasil meraih predikat sangat memuaskan dengan nilai IPK 3,76.

Perasaan haru dan bahagia tersebut juga tidak bisa disembunyikan oleh ayah dari Rania Salsabila dan Sonia Syifa Andini yang keduanya kini tengah menyelesaikan sarjana di Fakultas Kedokteran di Universitas Syah Kuala Banda Aceh.

“Alhamdulillah, meskipun sempat vakum selama 1,5 tahun dengan perjuangan selama lima tahun atau 10 Semester ini, saya bisa menyelesaikan disertasi atau penelitian ilmiah dan meraih gelar doktor . Semua berkat dukungan dari keluarga besar, sahabat, rekan kerja, Bupati Sijunjung Benny Dwifa dan Wabup H Irradatillah, forkopimda, bapak Yuswir Arifin selaku motifator, terutama istri tersayang dan semua pihak  yang senantiasa memberi dukungan dan semangat. Dan tak lupa juga  terima kasih kepada tim penguji yang memberi masukan dan motivasinya,” ucapnya.

Dr.Zefnihan AP.M.Si menuturkan, dalam menyelesaikan pendidikan S3 nya tersebut sempat terkendala, karena fokusnya terbagi pada tuntutan kerja dan jabatannya sebagai seorang sekretaris daerah.

“Sebuah tantangan terbesar adalah perlawanan dari diri kita sendiri, dimana satu sisi kita dihadapkan dengan beban kerja, management waktu dan beberapa hal lainnya dan satu sisi kita harus tetap berjuang agar Disertasi kita juga harus bisa diselesaikan,” terangnya.

Pria kelahiran Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam 25 Oktober 1974 tersebut  memutuskan mengambil program studi S3 di UNP berawal disaat masih menjabat Kepala Dinas Pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Sehingga judul disertasi yang diambil tentang, “Pengembangan Pariwisatas Berbasis Komunitas di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan” dan mendapat nilai A.

Anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan alm.Ardi Arif dan alm.Khuzaimah tersebut juga perlahan mengingat kembali kenangan dan perjuangannya dalam mengejar pendidikan formal, dimana sempat dihadapkan dengan situasi sulit. Bahkan sempat tergeming untuk memutuskan berhenti bersekolah pada masa dahulu.

“Dulu pernah dilema, apakah akan lanjut sekolah atau berhenti. Itu waktu saya masih SMP, kala itu saya sudah punya usaha sendiri, menjahit, menyablon dan konveksi. Mencari uang terasa sangat mudah saat itu,  sehingga tergiur untuk melanjutkan usaha saja dan berhenti sekolah,” kenangnya.

Namun, hati Zefnihan berkata lain dan teringat akan pesan kedua orang tuanya yang selalu ditekankan kepadanya dan anggota keluarga lainnya yaitu  jangan tinggalkan shalat dan sekolah jangan sampai tertinggal.

“Orang tua saya hanyalah berprofesi sebagai seorang petani dan tukang jahit, tapi kalau untuk pendidikan, mereka sangat tegas. Karena memang doa restu dari kedua orang tua lah yang menjadi sumber kekuatan saya disamping kemauan diri sendiri,” ujarnya.

Menuntut ilmu bagi Zefnihan yang merupakan menantu dari Prof.Dr.H. Syofjan Thahalib dan H.Asni Husein itu merupakan sebuah kewajiban dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya.

“Kewajiban kita sebagai manusia adalah belajar. Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, baik formal maupun informal. Kewajiban belajar adalah sebuah keniscayaan. Kita dituntut konsisten untuk membangun diri, membekali diri dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Dr.Zefnihan menerangkan bahwa kemajuan peradaban suatu daerah terletak pada SDM yang dibentuk oleh sistem pendidikan yang berkualitas. Daerah yang maju dan sejahtera itu akan dihasilkan dari SDM dan sistem pendidikan yang berkualitas. Dimana Rangkaian prosesnya itu dimulai dari menuntut ilmu dan ikhtiar.

“Setiap gelar dan capaian yang kita raih adalah sebuah ujian. Disitu momen kita diuji tentang diri kita sendiri. Orang yang hebat dan sukses di zaman saat ini adalah bukan orang yang pintar, kaya dan sebagainya. Tapi orang yang sukses adalah yang bisa beradaptasi. Bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan situasi,” ucapnya.

Dr.Zefnihan, AP, MSi pernah bersekolah di SDN Ampang Gadang, melanjutkan ke SMPN 3 Bukittinggi kemudian di SMAN 1 Bukittinggi. Gelar S1 diselesaikan di STPDN angkatan 1997. Memilih jalur birokrat, Zefnihan memulai karir di pemerintahan di Kabupaten Pesisir Selatan hingga menjabat Eselon II.

Pendidikan S2 dilanjutkan pada Universitas Indonesia (UI) dan selesai pada tahun 2002. Tak sampai disana, meski telah menduduki jabatan tertinggi di birokrasi tingkat daerah, kecintaan untuk menuntut ilmu tidak terhenti disitu. Hingga gelar doktor pun kini telah berhasil disandang.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa  Yuswir S.STP,M.Si didampingi Wabup H.Irradatillah beserta seluruh jajaran pemkab Sijunjung memberikan ucapan selamat atas gelar Doktor yang di raih sekda Zefnihan AP,M.Si.

“Selamat atas gelar yang diraih pak sekda Dr.Zefnihan AP,M.Si, tentu kami senang dan bangga kepada beliau atas pencapaian tersebut, semoga gelar tersebut mendapatkan keberkahan dan sukses dalam karirnya kedepan serta berdampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Sijunjung serta menjadi motivasi dan pembelajaran serta semangat baru bagi aparatur Sipil yang berada di lingkungan Pemkab Sijunjung,” katanya. (adv)

Exit mobile version