PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Aktivitas dump truk tronton pengangkut batu bara menuju kawasan PLTU Teluk Sirih dikeluhkan karena dinilai membahayakan keselamatan wisatawan yang melintas ke destinasi unggulan Kawasan Wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.
Selain melintas di jalur sempit dan berkelok, truk bermuatan berat tersebut juga disebut-sebut telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, khususnya di kawasan tanjakan Sungai Pisang, yang merupakan akses utama menuju Mandeh.
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal, menyebut bahwa persoalan ini bukan hal baru. Ia mengatakan kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan batu bara sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
“Aktivitas ini sudah lama merusak jalan dari Padang ke kawasan wisata Mandeh,” ujar Novermal pada wartawan, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, keberadaan truk tronton dengan muatan besar di jalur tersebut sangat berisiko, terlebih jalan yang dilalui merupakan jalan provinsi dengan kapasitas terbatas dan tidak dirancang untuk kendaraan bertonase berat.
“Truk besar lewat di jalan sempit itu juga membahayakan keselamatan wisatawan,” ucapnya lagi.
Ia menjelaskan, selain faktor keselamatan, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi menurunkan minat kunjungan wisatawan ke Mandeh yang selama ini dikenal sebagai “Raja Ampat”nya Sumatera Barat.
Untuk itu, Politisi PAN itu mendesak pihak terkait, termasuk Perusahaan Listrik Negara (PLN), agar segera menertibkan aktivitas angkutan batu bara tersebut.
“Kami minta PLN segera menertibkan aktivitas truk batu bara tersebut. Jalan wisata tidak untuk truk tronton bermuatan hingga 20 ton,” katanya.
Novermal juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat turun tangan melakukan penertiban, serta mengevaluasi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dari aktivitas pengangkutan batu bara menuju PLTU.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi ini tidak hanya merugikan sektor pariwisata, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan wisatawan yang melintas di kawasan tersebut.
“Jangan sampai pariwisata Pesisir Selatan hancur hanya demi keuntungan segelintir pihak,” pungkasnya. (*)












