HALUAN MADRASAH

MAN Sawahlunto Gelar Bimtek KBC, Kakanwil Mustafa: Guru Penting Pahami Karakter Siswa

×

MAN Sawahlunto Gelar Bimtek KBC, Kakanwil Mustafa: Guru Penting Pahami Karakter Siswa

Sebarkan artikel ini
Kanwil
MAN Kota Sawahlunto.

BUKITTINGGI, harianhaluan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan dan karakter.

Komitmen itu tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diselenggarakan MAN Kota Sawahlunto, Jumat (8/5/26) di Monopoli Hotel Bukittinggi.

Kegiatan dibuka Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, SAg, MM bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) . Hj. Yessi, Plh. Kasi Penmad Sawahlunto yang juga Ketua Pokjawas, Muhammad Yusrtar, SPd  M.PKim, Ketua Komite Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, Kepala Tata Usaha Yurmaini, para Wakil Kepala Madrasah, Oky Loly Wenny, Syafri Ervandi, Husein Al-Hafez, Nofri Hendra guru dan tenaga kependidikan MAN Kota Sawahlunto.

Dalam arahannya, Mustafa menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya proses transfer ilmu, melainkan juga proses menyentuh hati dan membangun kemanusiaan. 

Menurutnya, keberhasilan pendidikan lahir dari hubungan emosional yang harmonis antara guru dan peserta didik.

“Bagaimana seorang murid merindukan gurunya, dan guru juga merindukan muridnya. Ketika hubungan itu dibangun dengan keikhlasan dan cinta, di situlah terjadi transfer knowledge sekaligus transfer character,” kata Mustafa di hadapan peserta bimtek.

Baca Juga  TC Terakhir di MAN 1 Tanah Datar, Kafilah MTQ Sungayang Siap Berjuang 

Pola Pembinaan Berbeda

Mustafa memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang dinilai berhasil menghadirkan pola pembinaan berbeda melalui konsep kebersamaan dan penguatan solidaritas antarpendidik.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang telah berketetapan hati melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Ini bentuk inovasi yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Kakanwilmenekankan bahwa perubahan kurikulum merupakan keniscayaan dalam dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, kurikulum telah mengalami berbagai perubahan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, esensi kurikulum tetap bertumpu pada empat unsur utama, yakni tujuan pembelajaran, materi, metode, dan evaluasi. Karena itu, guru dituntut terus memperbarui kompetensinya agar mampu menjalankan seluruh tahapan pembelajaran secara optimal.

“Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, remedial, dan pengayaan adalah siklus yang terus berputar dalam proses pendidikan. Guru harus terus belajar dan memperbarui kompetensinya,” tegas Mustafa.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut guru untuk tidak berhenti belajar. Guru harus mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus teladan di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kalau guru tidak update pengetahuan, bisa jadi peserta didik lebih maju dari gurunya. Karena itu guru harus terus mengembangkan diri,” katanya.

Baca Juga  Mahasiswa Unand Edukasi Etika Bermedia Sosial pada Murid MTsN 5 Padang

Lebih jauh, Mustafa menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai jawaban atas tantangan dunia pendidikan modern yang kerap kehilangan sentuhan kemanusiaan. Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga harus membentuk insan yang berakhlak mulia.

Dalam pandangannya, guru bukan sekadar mualim yang menyampaikan ilmu, melainkan juga muadib yang menanamkan adab, etika, dan karakter kepada peserta didik.

Ia menambahkan, seluruh mata pelajaran baik umum maupun agama pada hakikatnya bermuara pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai ketakwaan.

“Kita tidak mengenal dikotomi ilmu. Semua ilmu berasal dari Allah SWT. Maka tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Mustafa juga mengingatkan pentingnya memahami karakter unik setiap peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki kebutuhan, kelebihan, dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran harus lebih manusiawi dan personal.

Dia juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh unsur madrasah merupakan modal besar dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

Di akhir arahannya, Mustafa menyampaikan optimisme bahwa MAN Kota Sawahlunto mampu berkembang menjadi salah satu madrasah unggulan di Sumbar apabila seluruh unsur madrasah terus bergerak dalam visi yang sama. (h/humas) 

Table of Contents