PADANG, HALUAN — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang menggelar Wisuda ke-45 selama tiga hari, mulai Sabtu (19/9) hingga Senin (21/9). Dalam rangkaian wisuda tersebut, sebanyak 1.156 mahasiswa dinyatakan lulus dan siap berkontribusi sebagai sumber daya manusia (SDM) kesehatan di tengah masyarakat.
Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Renidayati, S.Kp., M.Kep., Sp.Jiwa, mengatakan pelaksanaan wisuda selama tiga hari dilakukan karena jumlah lulusan yang cukup besar. Pada hari pertama, Sabtu (19/9), sebanyak 416 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda.
“Untuk hari pertama ada 416 orang. Terdiri dari D3 Sanitasi sebanyak 95 orang, D3 Gizi 103 orang, D3 Keperawatan Kampus Padang 107 orang, dan D3 Keperawatan Solok 111 orang,” ujar Renidayati.
Ia menyebutkan, jumlah 1.156 lulusan pada Wisuda ke-45 menjadi salah satu jumlah lulusan terbanyak yang pernah dihasilkan Poltekkes Kemenkes Padang. Kehadiran lulusan baru tersebut diharapkan semakin memperkuat ketersediaan SDM kesehatan yang siap mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tingginya capaian tersebut juga didukung oleh perkembangan mutu pendidikan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang. Saat ini, dari 13 program studi yang dimiliki, sebanyak 10 program studi telah memperoleh predikat unggul, sedangkan tiga program studi lainnya memperoleh predikat baik sekali.
“Capaian ini menjadi landasan yang kuat untuk memperkuat budaya mutu dan mendorong seluruh program studi mencapai predikat unggul,” katanya.
Renidayati mengatakan, pada 2026 jumlah mahasiswa aktif di Poltekkes Kemenkes Padang mencapai 4.635 orang. Sementara pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, sebanyak 1.420 mahasiswa diterima melalui tiga jalur, yakni jalur seleksi minat dan prestasi, jalur bersama, serta jalur mandiri.
Tingginya minat calon mahasiswa juga terlihat dari jumlah peserta seleksi penerimaan mahasiswa baru yang mencapai 15.163 orang. Poltekkes Kemenkes Padang bahkan memperoleh penghargaan atas capaian penerimaan mahasiswa baru tertinggi di antara Poltekkes Kemenkes yang tersebar di 38 provinsi.
“Ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menjadikan Poltekkes Kemenkes Padang sebagai tempat pendidikan di bidang kesehatan,” ujarnya.
Di sisi lain, Renidayati menyoroti capaian lulusan dalam memasuki dunia kerja. Dari 257 lulusan keperawatan, sebanyak 113 orang telah dinyatakan siap bekerja di rumah sakit vertikal maupun rumah sakit swasta, baik di Sumatera Barat maupun di luar Sumatera Barat.
“Ini capaian yang luar biasa. Bahkan ada alumni yang tidak bisa mengikuti wisuda karena pada Senin sudah diterima bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” katanya.
Hingga saat ini, Poltekkes Kemenkes Padang telah menghasilkan sebanyak 16.732 lulusan. Para alumni tersebut tidak hanya berkiprah di instansi pemerintahan, tetapi juga bekerja di sektor swasta hingga di luar negeri.
Dari sisi kompetensi, capaian uji kompetensi (ukom) lulusan juga menunjukkan hasil yang tinggi. Pada tahun ini, tingkat kelulusan ukom mencapai 97,85 persen, melampaui target Kementerian Kesehatan sebesar 95 persen. Bahkan, terdapat dua program studi yang secara berturut-turut mencatatkan tingkat kelulusan ukom sebesar 100 persen.
Untuk capaian akademik, indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi lulusan mencapai 4,00, dengan rata-rata IPK sebesar 3,49. Sementara itu, sekitar 91 persen alumni tercatat telah bekerja di bidang kesehatan, sedangkan lainnya melanjutkan pendidikan atau menjalani pilihan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Renidayati menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh unsur di lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang. Saat ini terdapat 244 pegawai, terdiri dari 134 dosen dan 110 tenaga kependidikan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 dosen telah bergelar doktor, 40 dosen menduduki jabatan lektor kepala, tujuh dosen sedang menempuh pendidikan doktoral, serta tiga dosen sedang diusulkan untuk menduduki jabatan profesor atau guru besar.
“Penguatan kapasitas SDM merupakan investasi bagi mutu pendidikan dan mahasiswa yang berkuliah di Poltekkes Kemenkes Padang,” tutur Renidayati.
Ia menambahkan, pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya diarahkan pada penguasaan hard skill, tetapi juga penguatan soft skill. Lulusan diharapkan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta memberikan pelayanan kesehatan yang manusiawi.
Dalam kesempatan tersebut, Renidayati berpesan kepada para wisudawan agar menjadikan momentum wisuda sebagai awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, masyarakat akan menunggu kontribusi para lulusan sebagai tenaga kesehatan.
“Hari ini adalah hari untuk bersuka cita. Mulai besok, masyarakat akan menunggu kontribusi saudara-saudara. Jadilah SDM kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki empati,” katanya.
Ia mengingatkan para lulusan bahwa hal-hal sederhana dalam pelayanan kesehatan dapat memberikan dampak besar bagi pasien. Sapaan yang tulus, keputusan yang tepat, serta tindakan yang dilakukan dengan integritas dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan merasa kecil ketika mengabdi di daerah terpencil. Nilai seseorang tidak ditentukan dari mudah atau sulitnya tempat bekerja, tetapi dari nilai manfaat yang diberikan,” tegasnya.
Renidayati juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Ia meminta seluruh alumni tetap menjaga nama baik almamater di mana pun mereka mengabdikan diri.
“Jangan pernah memutus hubungan dengan almamater. Ke mana pun melangkah, bawalah nama baik Poltekkes Kemenkes Padang. Bekerjalah dengan integritas dan melayani dengan sepenuh hati,” pesannya.
Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada orangtua, keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh tamu undangan yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikan para wisudawan.
“Sesungguhnya kebahagiaan hari ini bukan hanya kebahagiaan wisudawan, tetapi juga kebahagiaan ibu dan bapak yang telah mendampingi dan memberikan dukungan hingga anak-anaknya menyelesaikan pendidikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadinkes Kota Padang, Sri Kurnia Yati yang turut hadir mewakili Wali Kota Padang menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada wisudawan yang hari ini dilantik.
“Wisuda ini menjadi buah ketekunan, kerja keras dan doa dari orangtua,” ujarnya.
Ia berperan agar wisudawan tidak cepat berpuas diri.
“Jadikan momen ini gerbang baru. Jadi lah agen perubahan yang adaptif,” tuturnya. (h/yes)






