PADANG, harianhaluan.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Padang, Yasril, menyampaikan arahan pada pembukaan Workshop MTsN 5 Padang bertema “Membangun Ekosistem Belajar Interaktif, Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Karakter, Literasi, dan Numerasi di Seluruh Lini Kegiatan Madrasah” Senin (11/5/26).
Yasril menegaskan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam menciptakan pembelajaran yang humanis, aktif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan di madrasah harus mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, menghargai siswa, dan membangun hubungan positif antara guru dengan peserta didik.
Implementasi 5 Pilar Cinta
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan mampu menanamkan lima pilar cinta kepada peserta didik, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melalui penguatan iman dan ibadah, cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia dengan membangun kepedulian dan saling menghargai, cinta kepada ilmu pengetahuan melalui budaya belajar dan literasi, cinta kepada lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian alam, serta cinta kepada bangsa dan negara melalui sikap nasionalisme dan persatuan,” ujar Yasril.
Yasril juga menyampaikan bahwa penguatan karakter, literasi, dan numerasi perlu menjadi budaya dalam seluruh aktivitas madrasah.
Menurut Yasril, kolaborasi seluruh warga madrasah sangat penting dalam membangun ekosistem belajar yang interaktif dan mendukung perkembangan akademik maupun akhlak peserta didik. (humas)






