AGAM, harianhaluan.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Agam melepas peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pengurus Organisasi Intra Madrasah (OSIM) periode 2026/2027, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan pelepasan dilaksanakan melalui apel pagi yang dimulai setelah pelaksanaan shalat dhuha berjamaah, yang merupakan kebiasaan rutin di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita dalam arahannya menyampaikan bahwa LDK merupakan salah satu tonggak estafet penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan bagi para pengurus OSIM yang baru. Kepemimpinan yang baik harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.
“Memimpin orang lain tidak akan berhasil apabila kita belum mampu memimpin diri sendiri. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter kepemimpinan para peserta,” ujarnya.
Kegiatan LDK yang dilaksanakan di Padang Panjang 9–10 Juni 2026 ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT melalui berbagai kegiatan pembinaan dipandu para pembina dan narasumber. Selain mendapatkan materi kepemimpinan, peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Kepala madrasah juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap, disiplin, serta nama baik diri sendiri, keluarga dan MTsN 1 Agam. Peserta yang melanggar peraturan selama kegiatan berlangsung akan diberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku, bahkan dapat diberhentikan dari kegiatan apabila melakukan pelanggaran berat.
Ia berharap kegiatan LDK ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berkarakter dan bertanggung jawab, sehingga mampu membawa MTsN 1 Agam menjadi madrasah yang semakin maju, bermutu, dan mendunia.
Sementara itu, siswa kelas VII dan VIII yang tidak mengikuti kegiatan LDK diarahkan untuk mengikuti program remedial bagi mata pelajaran yang nilainya belum mencapai ketuntasan. Adapun pelaksanaan shalat dhuha, shalat zuhur berjamaah serta absensi kehadiran tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Desmawita mengajak seluruh warga madrasah untuk terus melakukan perubahan positif yang dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, hingga masyarakat. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. (humas).






