PESISIR SELATAN, harianhaluan.id – Kepala MAN 3 Pesisir Selatan, Rahmat Ihsan Arkhas, memberikan apresiasi kepada salah seorang guru Bahasa Inggris Madrasah tersebut, Meria Fitriwati, menorehkan prestasi di bidang literasi. Dalam kurun waktu yang berdekatan, Meria Fitriwati menerima dua penghargaan atas dedikasi dan konsistensinya dalam dunia kepenulisan.
Penghargaan pertama diterima dari Bupati Pesisir Selatan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, ia memperoleh piagam penghargaan sebagai Guru Penulis Buku yang telah berkontribusi dalam pengembangan literasi dan budaya menulis di Kabupaten Pesisir Selatan.
Prestasi berikutnya diraih pada ajang International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang dirangkaikan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/6/26). Dalam acara Welcome Dinner tersebut, Meria Fitriwati menerima piagam penghargaan sebagai Pemenang Penulis Prolifik Satupena Sumbar 2026.
Rahmat Ihsan Arkhas, Selasa (9/6/26) menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih oguru MAN 3 Pessel tersebut. Prestasi yang diraih Meria Fitriwati merupakan bukti bahwa seorang pendidik tidak hanya mampu mengajar di kelas, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan literasi masyarakat.
“Meria Fitriwati telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia kepenulisan. Hingga saat ini ia telah menerbitkan 10 buku solo dan lebih dari 100 buku antologi dalam kurun waktu kurang dari enam tahun. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi guru maupun peserta didik,” ujar Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat menilai bahwa keberhasilan Meria tidak hanya terlihat dari karya yang dihasilkannya sendiri, tetapi juga dari kemampuannya mengajak orang lain untuk berkarya. Semangat menulis yang dimilikinya telah menular kepada anggota keluarga, rekan guru, hingga siswa-siswi MAN 3 Pesisir Selatan.
Hal tersebut dibuktikan dengan terbitnya buku kolaborasi siswa berjudul Tambunan Tanjak. Melalui buku tersebut, sebanyak 66 siswa berhasil menuangkan gagasan dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan serta mengukuhkan diri sebagai penulis muda.
Rahmat berharap semangat literasi yang telah dibangun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Tetap berbuat dan apa yang dibuat berguna untuk orang banyak, tentu jangan sampai lupa untuk orang-orang yang dekat dengan kita. Selalu berjuang untuk kemajuan diri dan keluarga serta semakin banyak generasi yang bisa mengikuti langkah kita. Artinya, ada dampak positif yang bisa dilihat generasi di bawah maupun di atas kita. Teruslah menulis, namun jangan sampai meninggalkan tugas utama dan loyalitas pada satuan kerja atau instansi tempat kita bekerja,” pesannya. (humas).






