HALUAN MADRASAH

Gagas CERPAIS : Kakankemenag Zulkifli Cerahkan GPAI Sawahlunto

×

Gagas CERPAIS : Kakankemenag Zulkifli Cerahkan GPAI Sawahlunto

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, harianhaluan.id – Di tengah derasnya arus perubahan zaman yang membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, sebuah gagasan segar lahir dari Kota Arang. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, SAg, MM menggagas sebuah forum inspiratif bertajuk Cerita Pendidikan Agama Islam (CERPAIS) sebagai ruang berbagi pengalaman, inspirasi, dan penguatan kompetensi bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Kegiatan perdana CERPAIS digelar di Aula Dinas Pendidikan Sawahlunto, Jalan Khatib Sulaiman, Santur, Kecamatan Barangin, Selasa (9/6/26). Program yang diprakarsai Seksi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Sawahlunto di bawah komando Afridelson, MA. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan  Sawahlunto Dr. Asril, MPd, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zulfahmi, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril, Tuanku Bandaro, para Pengawas PAI, staf Seksi PAIS dan 112 Guru Pendidikan Agama Islam dari jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat se-Kota Sawahlunto.

Kakankemenag Zulkifli menyampaikan berbagai motivasi, pengalaman hidup, serta kisah-kisah inspiratif yang menggugah kesadaran para pendidik akan pentingnya peran guru sebagai pelita peradaban. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan peradaban.

Baca Juga  Puskesmas Sumpur Kudus Berikan Penyuluhan di MTsN 4 Sijunjung

“Tujuan besar pendidikan agama adalah melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa, berilmu dan berkarakter. Generasi Qurani yang kelak menjadi pondasi terwujudnya masyarakat madani,” katanya

Zulkifli menegaskan bahwa CERPAIS hadir sebagai jawaban atas berbagai problematika yang saat ini mengemuka dalam kehidupan generasi muda. Setidaknya terdapat empat persoalan besar yang harus menjadi perhatian bersama para guru PAI.

Pertama, terjadinya gejala keroposnya keimanan generasi muda akibat derasnya pengaruh materialisme dan gaya hidup instan. 

Kedua, semakin mengkhawatirkannya dekadensi moral yang ditandai dengan menurunnya adab, etika, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, perlunya penguatan kompetensi sosial peserta didik. Dalam kesempatan Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengangkat kisah keteladanan yang mengharukan tentang pengorbanan para sahabat Rasulullah SAW di medan perang. Ia menuturkan kisah seorang perempuan mulia yang membawa air minum kepada para pejuang yang terluka. 

Keempat, memastikan setiap anak memiliki kemampuan membaca Al Qur’an dengan baik serta memahami bacaan dan gerakan shalat secara benar. 

Baca Juga  Permainan Tradisional Semarakan Hari Terakhir Class Meeting MTsN 1 Padang 

Lebih lanjut, Zulkifli mengajak para guru untuk membiasakan peserta didik berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, dzikir memiliki kekuatan spiritual yang mampu menenangkan hati, menjernihkan jiwa, serta menentramkan pikiran di tengah kompleksitas kehidupan modern.

Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto Asril menyampaikan apresiasi atas lahirnya program CERPAIS. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di sekolah.

Ia menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki kecerdasan spiritual, sosial, dan intelektual secara seimbang.

Lahirnya CERPAIS menjadi penanda bahwa pendidikan agama di Kota Sawahlunto terus bergerak maju. Dari ruang sederhana yang dipenuhi semangat pengabdian itu, terbit harapan besar bahwa para guru akan menjadi mata air keteladanan yang mengalirkan nilai-nilai iman, ilmu dan akhlak kepada generasi penerus bangsa. (humas).