SOLOK, harianhaluan.id – MTsN 2 Solok menggelar rapat kenaikan kelas sebagai agenda akhir tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang diikuti guru, wali kelas dan tenaga kependidikan tersebut bertujuan membahas hasil belajar peserta didik serta menetapkan kenaikan kelas secara objektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam arahannya, Kepala MTsN 2 Solok Erdinal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama satu tahun pelajaran. Dia menegaskan bahwa keputusan kenaikan kelas harus didasarkan pada data hasil belajar, kehadiran, sikap, dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh sehingga menghasilkan keputusan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala madrasah juga mengajak seluruh pendidik untuk menjadikan rapat kenaikan kelas sebagai momentum refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran selama satu tahun terakhir. Menurut beliau, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah.
Pada sesi evaluasi, para guru menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih selama tahun pelajaran 2025/2026, di antaranya meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, terlaksananya program keagamaan dan pembiasaan karakter, serta meningkatnya prestasi siswa dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Meski demikian, rapat juga mengidentifikasi beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pada tahun ajaran berikutnya. Di antaranya adalah penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa, peningkatan disiplin belajar, optimalisasi penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, serta peningkatan pendampingan bagi siswa yang masih memerlukan bimbingan khusus dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan seperti tahfiz yang merupakan program unggulan Madrasah
Sebagai tindak lanjut, madrasah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyusunan program remedial dan pengayaan yang lebih terarah, penguatan kolaborasi dengan orang tua, serta peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik. (humas).






