HALUAN MADRASAH

Nofria Rahman Wakili MAN Lima Puluh Kota Ikuti Pelatihan OSN Provinsi

×

Nofria Rahman Wakili MAN Lima Puluh Kota Ikuti Pelatihan OSN Provinsi

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, harianhaluan. id – Komitmen MAN Lima Puluh Kota dalam mencetak generasi unggul di bidang akademik kembali dibuktikan dengan keikutsertaan salah seorang peserta didiknya pada Pelatihan Intensif Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung, 21–25 Juli 2026 tersebut dipusatkan di SMAN 2 Payakumbuh dan diikuti murid terbaik hasil seleksi OSN dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.

MAN Lima Puluh Kota mengutus Nofria Rahman sebagai delegasi pada bidang Matematika.

Selama mengikuti pelatihan, Nofria didampingi guru pembina Afrita Zurianti, SPd sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan akademik agar peserta dapat mengoptimalkan kemampuan dalam menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga  MTsN Dharmasraya Jadi Tuan Rumah Buka Puasa Rombongan Safari Ramadan Kankemenag

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, M.MPd. Kehadirannya merupakan wujud dukungan penuh madrasah terhadap peserta didik dan guru pembina yang berjuang mengharumkan nama MAN Lima Puluh Kota di ajang Olimpiade Sains Nasional.

H. Nur Ali, Selasa (21/7/26) menyampaikan apresiasi kepada Nofria Rahman yang telah berhasil menjadi salah satu peserta pelatihan tingkat provinsi. Kesempatan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin belajar dan bimbingan intensif dari guru pembina.

Baca Juga  Lokakarya MTsN 2 Pessel, Kakankemenag : Rumuskan Langkah Konkret

“Pelatihan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi OSN berikutnya. Kami berharap Nofria dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat, percaya diri, dan mampu memberikan prestasi terbaik bagi madrasah, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, guru pembina Afrita Zurianti, SPd. menyampaikan bahwa pelatihan intensif ini menjadi sarana yang sangat strategis untuk memperdalam materi olimpiade, mengenal berbagai strategi penyelesaian soal, serta bertukar pengalaman dengan peserta dan pembina dari berbagai daerah. (humas).