PADANG,harianhaluan.id – Kegiatan Muhadharah Jumat (2/10/26) di MTsN 2 Kota Padang kembali menjadi sarana pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Muhadharah yang digelar di lapangan madrasah diikuti warga madrasah mulai dari kepala madrasah, kaur tata usaha, wakil kepala madrasah, majelis guru, pegawai, guru muda dari mahasiswa UNP dan STAI-PIQ Sumbar serta seluruh murid shift pagi.
Pelaksana kegiatan adalah murid kelas 9.6 di bawah bimbingan Wali Kelas Arnevi, SPd sedangkan guru yang memberikan tausiyah (tambahan pelajaran), Firdaus, MPd guru mata pelajaran Al Quran Hadits.
Murid pelaksana muhadharah terlibat dalam rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, pidato 3 bahasa (Inggris , Arab, dan Indonesia), tahfiz, asmaul husna, penyampaian materi keagamaan hingga hiburan lagu religi dan ditutup dengan doa.
Dalam tausiyahnya, Firdaus menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh murid agar memahami bahwa masa depan tidak terbentuk secara instan, tetapi berawal dari sikap dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
“Jagalah sikapmu karena sikapmu melahirkan tindakanmu. Jagalah tindakanmu karena tindakanmu menjadi kebiasaanmu. Jagalah kebiasaanmu karena kebiasaanmu akan membentuk karaktermu. Jagalah karaktermu karena karakter menentukan masa depanmu,” ujar Firdaus.
Menurutnya, menjaga diri bukan hanya berkaitan dengan menghindari hal-hal negatif, tetapi juga bagaimana murid mampu membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, serta menghargai orang lain merupakan bagian penting yang perlu dibiasakan sejak berada di bangku madrasah.
Ia juga mengingatkan murid agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan dan menggunakan waktu. Setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan saat ini, lanjutnya, dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter dan perjalanan kehidupan di masa mendatang.
Kepala MTsN 2 Kota Padang, H. Ramli, SAg, MPd mengapresiasi pelaksanaan Muhadharah yang secara rutin memberikan ruang kepada murid untuk belajar, tampil, dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
“Muhadharah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, murid dilatih untuk berani tampil, bertanggung jawab, menyampaikan kebaikan, sekaligus membiasakan diri dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ramli.
Ia berharap pesan yang disampaikan dalam tausiyah dapat menjadi pengingat bagi seluruh murid untuk senantiasa menjaga diri, baik dalam bersikap, berucap maupun bertindak.
“Masa depan anak-anak kita ditentukan oleh apa yang mereka biasakan hari ini. Karena itu, mari terus membangun kebiasaan positif, menjaga pergaulan, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan,” imbuhnya. (humas).






