HEADLINE

Pasangan ASN Raih Peringkat Terbaik I Penghargaan Inovasi Daerah Agam 2026

×

Pasangan ASN Raih Peringkat Terbaik I Penghargaan Inovasi Daerah Agam 2026

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID – Pasangan suami istri yang sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) berhasil meraih Peringkat Terbaik I dalam Penghargaan Inovasi Daerah Kabupaten Agam Tahun 2026. Keduanya menjadi juara pada kategori berbeda melalui inovasi yang dikembangkan di masing-masing instansi.

Penghargaan Inovasi Daerah Kabupaten Agam Tahun 2026 tersebut diserahkan bertepatan dengan Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10). Pasangan suami istri ini sama-sama berhasil meraih peringkat terbaik pertama pada kategori yang berbeda.

Rio Eka Putra, S.IP, M.Si, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Agam, meraih Peringkat Terbaik I kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui inovasi SIAP LALIN (Sistem Informasi Absensi Petugas Lalu Lintas).

Sementara itu, sang istri, Nessa Maretta, S.Tr.Keb, M.Keb, Kepala Puskesmas Bawan, juga berhasil meraih Peringkat Terbaik I kategori Puskesmas melalui inovasi SAYANG BAWAN (Sistem Aduan dan Layanan Cepat Perlindungan Anak dan Remaja oleh Puskesmas Bawan).

Bupati Agam, Benni Warlis Dt Tan Batuah, mengapresiasi prestasi pasangan suami istri yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam tersebut.

Dikatakan, prestasi tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam ajang penghargaan inovasi daerah tahun ini.

“Keberhasilan pasangan ASN ini menunjukkan bahwa budaya inovasi dapat tumbuh di berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari bidang perhubungan hingga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Rio Eka Putra menjelaskan, inovasi SIAP LALIN yang dikembangkan Dinas Perhubungan Kabupaten Agam hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengelolaan kehadiran petugas lalu lintas yang lebih efektif dan akuntabel.

Melalui sistem digital tersebut, proses absensi petugas lapangan dapat dilakukan secara cepat, mudah, dan terdokumentasi dengan baik.

Baca Juga  7 Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumbar Didenda Rp1,8 Miliar

Selain itu, data kehadiran dapat dipantau secara real time, rekapitulasi berlangsung otomatis, serta mendukung proses monitoring dan evaluasi kinerja petugas secara lebih efektif.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Agam ini mengatakan, inovasi SIAP LALIN merupakan bagian dari komitmen instansinya dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik.

“Dari sistem absensi biasa menuju pengelolaan yang lebih cerdas. Melalui SIAP LALIN, proses pelaporan kehadiran menjadi lebih cepat, mudah, akurat, dan terdokumentasi. Data dapat dipantau secara real time, rekapitulasi berlangsung otomatis, serta mendukung monitoring dan evaluasi kinerja yang lebih efektif,” jelas Rio.

Menurut Rio, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan disiplin dan kinerja petugas lapangan, tetapi juga memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.

“Inovasi ini merupakan komitmen Dinas Perhubungan Kabupaten Agam dalam mendukung transformasi digital dan mewujudkan pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel. SIAP LALIN, hadir tercatat, kinerja meningkat,” tambahnya.

Atas penghargaan yang diraih, Rio Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya pimpinan dan seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi di lingkungan Dinas Perhubungan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Agam, jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, serta seluruh tim Dinas Perhubungan yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, dan kerja sama dalam menghadirkan inovasi SIAP LALIN. Penghargaan ini bukan semata-mata milik saya, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim,” ungkap Rio.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi jajaran Dinas Perhubungan untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Raih Juara Satu Tingkat Nagari, Kostum Kelompok Wanita Srikandi Lintau Ternyata Berbahan Dasar Kulit Jagung dan Sampah

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bawan, Nessa Maretta menjelaskan, kehadiran SAYANG BAWAN merupakan bagian dari upaya Puskesmas untuk memastikan persoalan kekerasan terhadap anak tidak berhenti karena korban takut atau tidak mengetahui harus melapor kepada siapa.

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sokongan banyak pihak, baik rekan-rekan di Puskesmas, rekan lintas sektoral dan masyarakat Bawan,” ucap Nessa.

Nessa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan inovasi SAYANG BAWAN hingga mampu meraih Peringkat Terbaik I kategori Puskesmas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam, Dinas Kesehatan, seluruh jajaran Puskesmas Bawan, lintas sektor, kader, masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung dan ikut menjalankan SAYANG BAWAN. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam perlindungan anak dan remaja,” tutur Nessa.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan layanan yang mudah diakses masyarakat dan memberikan perlindungan kepada anak dan remaja.

“Semoga inovasi ini terus berkembang dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak dan remaja memiliki tempat untuk mendapatkan bantuan, perlindungan, dan layanan ketika menghadapi persoalan,” tambahnya.

Bagi Rio dan Nessa, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Keduanya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk terus berinovasi dan menghadirkan perubahan positif dalam pelayanan kepada masyarakat. (*)