PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dukungan pemerintah daerah, sponsor, dan berbagai mitra menjadi penopang keberangkatan 40 atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatra Barat menuju Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 14–18 Oktober 2026.
Ketua Kontingen SOIna Sumbar, Rahma Teti, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu memfasilitasi keberangkatan atlet, termasuk bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pelepasan kontingen di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (11/10/2026) malam.
Rahma Teti mengatakan, di balik keberangkatan para atlet terdapat kerja keras atlet, kesabaran orang tua dan pelatih, serta dukungan pemerintah daerah dan mitra yang ikut membantu memenuhi kebutuhan kontingen.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar serta Kota Padang, Sawahlunto, dan Sijunjung yang turut memberangkatkan atlet secara mandiri melalui dukungan dana pokok-pokok pikiran (pokir).
“Terima kasih kepada Pemprov Sumbar. Terima kasih juga kepada Kota Padang, Sawahlunto, dan Sijunjung yang memberangkatkan atlet secara mandiri. Luar biasanya lagi, dengan segala keterbatasan yang ada, kami mendapatkan CSR yang sangat meringankan,” ujarnya.
Rahma Teti secara khusus mengapresiasi dukungan PT Padang Raya Cakrawala (Apical), PT Semen Padang, PLN UID Teluk Sirih, Jamkrida Sumbar, PT Musim Mas, Bank Nagari, Apical Group, Pertamina, PLN, PELINDO, Wilmar,PT PLN Indonesi Power dan hingga PT Inovasi Raya yang turut memberikan dukungan penuh bagi para kontingen SoINa Sumbar.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti agar para atlet dapat mengikuti kompetisi nasional dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah membantu memfasilitasi akomodasi dan keberangkatan atlet.
“Terima kasih atas dukungan, support, dan dorongan dari seluruh sponsor. Dukungan yang diberikan sangat luar biasa,” kata Mahyeldi.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam menghadapi pertandingan di Kupang.
Mahyeldi berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan SOIna dapat terus berlanjut. Menurutnya, pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual membutuhkan dukungan berkesinambungan, bukan hanya ketika menghadapi kompetisi.
Kontingen Sumbar dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober setelah menjalani pemusatan latihan. Mereka diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Sumatra Barat di tingkat nasional. (*)












